Tukang Pijat Tampan
Adit berbisik, menatap kedua telapak tangannya.
Ia kembali bergerak. Kali ini, ia mempraktikkan ilmu meringankan tubuh itu sepenuhnya. Adit melesat dari satu dahan ke dahan lain, melompat, berputar di udara, lalu meluncur cepat di antara celah-celah pohon layaknya seekor tupai. Gerakannya begitu halus, cepat, dan hampir tanpa suara. Yang luar biasa adalah, meski ia bergerak dengan kecepatan ekstrem yang menguras fisik, paru-parunya tidak terasa terbakar.