Bara Dendam Sang Prabu Boko
Di belakangnya, dua panglima kepercayaannya, Lenthung (Paksi) dan Karjak (Gardikaraja), berdiri bersedekap, sebuah senyuman simpul penuh arti menghiasi bibir mereka, sebuah pemandangan yang hanya menambah api kekesalan di dalam dada Laturana.
"Waktumu sudah habis, pemimpi besar dari Pengging!" teriak Laturana, suaranya melengking tajam membelah hening, penuh dengan ejekan dan rasa jumawa. "Sudah sampai fajar menyapa kembali, dan aku yakin kau bahkan belum menyelesaikan satu pun dari khayalanmu! Mana seratus patungmu yang kau gembar-gemborkan akan diselesaikan dalam waktu yang singkat, wahai si Congkak dari Medang? Atau kau lebih suka menyerahkan lehermu sekarang juga dan mengakui semua omong
Bab Populer