Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

Prajurit ini tidak mampu melanjutkan kata – katanya ia hanya menatap ke bawah. “Teruskan, berita apa yang engkau Bawa.” Prajurit itu menarik napas panjang “ Panglima Abdullah telah meninggal setelah memenangkan pertarungan atas Manaf.” “Abdullah,...... ia pasti menggunakan jurus terlarang, jurus terlarang yang hanya ia yang mampu menggunakannya dari seluruh alam semesta. Namun resikonya tidak main main, nyawa menjadi resiko pengguna jurus ini.” Raja menyadari Abdullah meninggal secara kesatria.
101.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 59 Beses bilang hikayat abdullah
Read
+Library
Hajatan Tetangga

Hajatan Tetangga

Pak Abdul Sani (Preman insyaf) Untuk melengkapi cerita penulis coba menceritakan latar belakang Pak Abdul menghibahkan tanah empat hektar, kali ini penulis akan pakai pov 3. Syukur dan Abdul adalah teman akrab sejak muda. Akan tetapi punya nasib yang jauh berbeda. Mereka berdua sama-sama berasal dari desa. Mengadu nasib di kota Medan. Kerasnya kehidupan jalanan membuat mereka jadi penjahat kecil-kecilan. Mulai dari copet di pasar sambu, sampai memeras orang yang datang dari desa.
1041.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 875 Beses bilang hikayat abdullah
Read
+Library
Setelah Hujan Bulan Desember

Setelah Hujan Bulan Desember

Lalu melapor pada atasannya, sebagai mana yang telah dia kerjakan. Abdullah menerima takdirnya dengan lapang. Meskipun dia tidak ingat, tapi apa yang petugas rumah sakit dan laki-laki barusan padanya cukup menyedihkan. Dan yang paling menyedihkan dia harus hidup sendirian. Dia sering mematut-matut diri. Benarkah dia Abdullah, dan kenapa dia tidak berbicara seperti orang Malaysia pada umumnya berbicara bahasa melayu. Dia sering memandang dirinya di cermin, bertanya-tanya siapa dia?
105.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 182 Beses bilang hikayat abdullah
Read
+Library
Sebuah Kisah Usai Perceraian

Sebuah Kisah Usai Perceraian

katanya sembari masih berjalan keluar. Aku yang masih belum memahami apa yang terjadi akhirnya mengikut saja apa yang dikatakan mas Abdullah. *** Ternyata sesampainya di rumah abah, tanpa banyak berbasa-basi mas Abdullah menceritakan semua yang terjadi di rumah bu Darmi. Dan respon dari abah juga umi sangatlah membuatku terkejut mendengarnya.
10120.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.9K Beses bilang hikayat abdullah
Read
+Library
Ternoda sebelum Malam Pertama

Ternoda sebelum Malam Pertama

"Loh, tole di sini." Kiai Abdullah masuk dan menyapa begitu melihat Fay. "Hehe, iya Paklek. Kata Mama malu anaknya jadi pusat perhatian." "Yah, biasalah ... namanya orang banyak, pasti punya pikiran lain. Dan itu resikonya orang hijrah." Kini Kiai melihat padaku, hingga aku tersenyum tipis merespon ucapan Abah Yai.
1023.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 511 Beses bilang hikayat abdullah
Read
+Library
Gadis Yang Kunodai

Gadis Yang Kunodai

Jelas Tiara. "Benarkah wah keren putri, Mama." "Iya. Aku bisa menjawab semua pertanyaan guru termasuk kisah gagalnya usaha penghancuran Ka'bah oleh Raja Abrahah bersama enam puluh ribu tentaranya karena bantuan burung ababil yang diperintah sama Allah." "Wah keren sekali anak Mama. Keren memang Mbak Sarah ya." Devan terlihat tampak tersenyum ia lalu menarik napas berat karena ia tahu jika Sarah sangat pintar sedari kuliah.
1010.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 330 Beses bilang hikayat abdullah
Read
+Library
Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Bangkitnya Naga di dalam Tubuhku

Meskipun Abdul memiliki kekuatan luar biasa, sepertinya dia kurang teliti dalam hal ini . Benar saja, begitu Abdul melangkah maju untuk memasuki benteng batu dan mendekat sekitar lima meter dari Wahid, tiba-tiba terjadi perubahan tak terduga. "Serang!" Tiba-tiba, dua palu besar muncul di tangan Abdul. Tanpa memberi kesempatan pada orang lain untuk bereaksi, dia langsung mengayunkan palu tersebut ke arah Wahid. Hanya saja, Wahid yang merupakan seorang Tetua Agung Keluarga Rajendra dunia misterius, sepertinya ... sudah siap menghadapi serangan tersebut.
9.51.1M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 33.8K Beses bilang hikayat abdullah
Ipakita ang mga Review (92)
Read
+Library
Nor Berta
aku sebenarnya suka banget baca2 begini tapi kadang kalau nama asli harus diindonesiakan itu rasanya kurang pas.. bisa nggak ya nama karakternya tetap seperti biasa. atau tempatnya juga seperti biasa. itu juga memperkaya bahasa kita. jadi suka gemes. karna ndak suka sama nama kharakternya
Adelia
izin promosi cerita kak judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku.
Basahin ang Lahat ng Review
Abby and Her Amulet

Abby and Her Amulet

Dia membuka pintunya setelah ketukan ketiga dan kentara sekali, lelaki itu nampak bingung begitu kuceritakan pengalamanku barusan. "Nona Abby, tolong tenang dulu. Ceritakan secara perlahan saja kepada saya. Nafas anda bisa habis kalau bicara secepat itu." Aku menarik nafas panjang dan dalam sebelum kembali mengulang ceritaku dengan lebih pelan. Lalu, Harion memandangku seolah aku adalah manusia berkepala lima, "Dimana anda melihat.. kembaran anda itu?"
102.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 113 Beses bilang hikayat abdullah
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Sore hari, selepas pengajian, saya merenungkan kembali sebuah cerita yang dengan cerita itu, saya menemukan sebuah arti baru dalam keluarga. Saya mendengarkan kisah itu dari gus Malik, beberapa tahun yang lalu. Beliau dengan gaya kasnya, menceritakan dengan seksama, runtut, serta mudah dipahami kisah salah satu sahabat nabi. Dia adalah Hudzaifah bin Utbah. Begini cerita yang selalu saya ingat itu :
8.99.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 288 Beses bilang hikayat abdullah
Read
+Library
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Ustadz Abdullah mendengarkan dengan seksama kisah perjalanan mereka di Kalimantan, dan meskipun ia terkesan dengan pencapaian mereka, ia juga memberikan nasihat yang bijak. “Kalian telah melakukan hal yang luar biasa,” kata Ustadz Abdullah. “Tetapi ingatlah, setiap kekuatan yang besar harus diimbangi dengan tanggung jawab yang besar pula. Jangan pernah meremehkan musuh, dan selalu bersiap untuk yang terburuk. Pelajari dari setiap pertempuran yang kalian hadapi, dan jadikan pengalaman itu sebagai bekal untuk menghadapi masa depan.”
101.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 40 Beses bilang hikayat abdullah
Read
+Library
PREV
1234
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status