Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

Inilah Aegis-Striker, senjata yang dirancang khusus untuk memecah frekuensi energi Lumen dan menghancurkan perisai biometrik milik Ordo Teratai. Hiroshi mendekati meja kerja utama. Di sana, ia menemukan sebuah jurnal fisik yang sampulnya sudah mulai menguning. Ia membukanya dengan tangan yang gemetar. Halaman pertama berisi sketsa wajah ibunya, dan di bawahnya terdapat tulisan tangan Arata yang tegas:
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai sketsa pain akatsuki
Baca
+Pustaka
Sketsa

Sketsa

Gavin meraih buku sketsa Naya, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi sembari mengamati lekuk wajah Gerald. "Hei, kembalikan!!" Laki-laki itu semakin mengulurkan tangannya ke atas untuk mencegah Naya merebut kembali buku sketsanya. Di lihat dari manapun sketsa ini memang mirip dengan dirinya. Hanya warna mata nya saja yang beda. "Jangan bilang selama ini kau suka padaku? Aku tidak menyangka ini.." Gavin menatap horor wajah Gerald yang ada pada buku sketsa gadis itu.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai sketsa pain akatsuki
Baca
+Pustaka
Phoenix Rebirth: The rise of Akiyama

Phoenix Rebirth: The rise of Akiyama

Kenangan masa lalu menyergapnya—kenangan akan kekalahan yang menyakitkan dan rasa sakit yang tak pernah ia lupakan. Zerathos tersenyum lebar, senyuman yang penuh sarkasme dan kekejaman. "Haha, akhirnya aku akan melenyapkanmu," katanya dengan suara menggoda, penuh keangkuhan dan penghinaan. Serangan pertama datang begitu cepat, membuat Akiyama tidak siap. Energi gelap meluncur deras, memukulnya dengan keras hingga tubuhnya terlempar ke tanah.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai sketsa pain akatsuki
Baca
+Pustaka
Ksatria Katana Kembar

Ksatria Katana Kembar

Ragma yang sedikit ragu sempat terdiam, tetapi Zaki menganggukkan kepalanya sebagai kode agar dirinya itu mengikuti. Ia pun mengambil enam lembar sketsa wajah itu dari balik jaketnya dan menyerahkannya kepada Suryo. Laki-laki tua itu melihat dengan sangat teliti, bahkan harus memakai kacamatanya. “Bagaimana bisa kamu mendapatkan sketsa wajah muda Ganang, Taufik, Johan, Fajar, Riko, dan Ardi?” ujar Suryo sambil menatap ke arah Ragma, dengan tatapan heran.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai sketsa pain akatsuki
Baca
+Pustaka
TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

Tidak berat, tidak panas, tetapi menegang—seperti sebelum hujan badai pecah. Asta dan Saki berdiri berhadapan. Asta bertelanjang dada, hanya mengenakan celana panjang lusuh dan ikat kain di pinggang. Topeng kertas yang selalu menutupi wajahnya tetap terpasang, lubang mata itu gelap dan tidak memberi petunjuk apa pun tentang ekspresinya. Pedang di tangannya tidak besar, tapi jelas bukan pedang murahan. Bilahnya kusam, bukan karena tua, melainkan karena sering digunakan dan diasah ulang.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai sketsa pain akatsuki
Baca
+Pustaka
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Ia membukanya dengan cepat namun hati-hati, dan lembaran pertama langsung membuatnya terpaku. Sketsa kasar itu terlihat seperti digambar dengan darah dan bara. Seorang pria bertubuh raksasa berdiri tegak di atas tumpukan mayat, daging dan besi terjalin dalam gambaran yang begitu nyata hingga hampir terasa hidup. Di tangannya, sebuah pedang besar—hampir setara dengan tinggi tubuh manusia dewasa—menjuntai ke bawah, meneteskan sesuatu yang tampak seperti tinta hitam ... atau darah. Kevin menelan ludah. Suaranya nyaris tenggelam ketika ia bergumam, “Voltron ...”
1052.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai sketsa pain akatsuki
Baca
+Pustaka
Pesona Panas Tuan Idol

Pesona Panas Tuan Idol

Suara Kento bagai petir yang menyambar dada Asuki, dia terdiam dan mengangkat kepala pelan sambil mengusap air mata. “Asuki…,” panggil Kento lagi berdiri disisi Asuki. “Gomen (maaf),” sambungnya bersalah mencoba menyentuh bahu Asuki. Asuki membuang muka, tidak ingin disentuh pria tinggi itu. Kento menarik tangannya, melirik kaki Asuki yang masih mengeluarkan darah. Hati Kento teriris. Kento berlutut di depan Asuki, meraih kaki mulus Asuki, mengambil botol obat, menuangkannya ke kapas dan mengusapkannya ke luka Asuki.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai sketsa pain akatsuki
Baca
+Pustaka
CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku

CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku

Cepat-cepat Gista memasukkan ide itu ke dalam note ponselnya. Akash yang tak mendapat jawaban dari Gista menoleh. Alisnya terangkat tinggi saat dia mendapati wanita cantik itu sedang menunduk di atas ponselnya. Perlahan Akash berjalan tanpa suara menghampiri Gista. Dari belakang sofa, Akash membaca apa yang ditulis oleh wanita itu di note. Referensi adegan dimana tokoh Gio-nya menawarkan Sarsha wine selepas rapat besar.
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 996 kali sebagai sketsa pain akatsuki
Baca
+Pustaka
Fall in For the Genius

Fall in For the Genius

kekeh Mizuki Ia lagi-lagi mengambil pisau, mulai menyayati kulit tangan gadis itu, darah lagi-lagi mengalir segar dan muncrat ke baju nya. Mizuki tersenyum pahit, air matanya mengalir saat merasakan sakit dari apa yang ia lakukan. Mizuki mengambil kapak, Brakk. Ia langsung membelah badan Lyra, gadis itu terlihat kesulitan bernafas, Mizuki menarik paksa hati gadis itu dari dalam rongga badan nya, usus Lyra sedikit terbelah membuat makanan sedikit berceceran dan membuat Mizuki jijik.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai sketsa pain akatsuki
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status