MY TOXIC Husband
bisik Quensa seraya melangkah pelan masuk ke kamar.
Tangannya gemetar saat meraih kantong plastik itu, saat Aksara membukakan kaosnya, luka di perutnya tampak menganga—mengoyak hati Quensa lebih dalam daripada apapun. Dengan penuh kehati-hatian, Quensa mulai membersihkan luka itu, setiap sentuhannya diwarnai ketakutan dan doa yang terpendam. Suasana sunyi, hanya suara hujan di luar yang mengiringi pertempuran sunyi antara harapan dan rasa sakit dalam hati mereka.
“Arghhh... pelan-pelan, sialan!” bentak Aksara dengan suara kasar yang hampir memecah keheningan.
Bab Populer