Antara Cinta dan Luka
“Dan sekarang… aku nggak bisa tahan lagi.”
Dia menarik Naya ke pelukannya, tubuh mereka menempel, panas di tengah salju. Ciuman pertama di salju—bibir bertemu, lembut dulu, lalu dalam, lapar. Salju jatuh di sekitar mereka, menempel di rambut, di jaket, menciptakan dunia kecil yang hanya milik mereka. Tangan Rian di punggung Naya, jari menelusuri tulang belakang di bawah hoodie, membuat Naya menggigil—bukan karena dingin. Napas mereka bercampur, kabut putih naik ke langit.