Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KALA TANTE JANDA BERTEMU DUDA MUDA

KALA TANTE JANDA BERTEMU DUDA MUDA

tanya Reinaldo, mengamati Senja yang sedang mengunyah dengan mata terpejam. Senja mengangguk perlahan, "Enak banget, Rei. Dagingnya lembut, pastry-nya juga renyah. Tapi, apa ini cocok untuk lidah orang Indonesia?" Reinaldo tertawa kecil, "Tenang saja, kita kan pesan menu tradisional juga. Ada sate lilit khas Bali, rendang dari Padang, sama gurame pesmol yang segar."
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai smile ready bali
Baca
+Pustaka
MISTERI DI PULAU DEWATA

MISTERI DI PULAU DEWATA

Bau rempah-rempah dan makanan khas Bali menyengat di udara, menciptakan sensasi yang memikat bagi penjelajah yang baru tiba. Ketika taksi akhirnya tiba di hotel, Alex segera melangkah keluar dan melihat bangunan megah resort yang menghadap langsung ke pantai. Suasana yang hangat dan ramah menyambutnya begitu ia memasuki lobby. "Selamat datang di Bali Beach Resort, tuan Turner," sambut petugas resepsionis dengan senyuman ramah. "Kami harap Anda menikmati pengalaman menginap Anda di sini."
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai smile ready bali
Baca
+Pustaka
STATUS WA CALON SUAMIKU

STATUS WA CALON SUAMIKU

"Iya wes. Ayo tidur saja." "Eh, sebentar. Kamu maunya bulan madu di mana Sayang?" tanya mas Reyhan. "Aku mau bulan madu di Bali saja," sahutku pendek. "Oke. Sesuai dengan kesepakatan awal kan kalau kita mau bulan madu di Bali. Aku sudah bookingkan tiket hotel." "Ya sudah. Sekarang aku mau siap-siap tidur dulu Mas. Besok pagi kan kita ada acara yang sakral. Kamu juga cepat tidur ya. Good night and have a nice dream."
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 902 kali sebagai smile ready bali
Baca
+Pustaka
Dicampakkan Calon Suami, Diratukan Suami Pengganti

Dicampakkan Calon Suami, Diratukan Suami Pengganti

ucapku manis sambil menciumnya. “Love you!” jawab Ed singkat melepasku. *** Nanti sore kami sudah menyelesaikan liburan ini. Aku meminta Ed mengantarku jalan-jalan untuk membeli sedikit cindera mata. Di salah satu toko, seorang pramuniaga menawariku memakai kebaya khas Bali. Hmm, sepertinya memang benar. Belum afdhol rasanya kalau jalan-jalan di Bali tapi tidak memakai kebaya khas Bali.
10313.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.6K kali sebagai smile ready bali
Tampilkan Ulasan (49)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, Dan ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
😗😗😗
pokoknya keluarga ed n kamila harus akur ya thor, senengnya ngebayangin keharmonisan keluarga ini, ad ibu mertua , anak kmbar, saudara kmbar, pmbantu yg sdh dianggap saudara, wes ky lihat khidupan nyata sj
Baca Semua Ulasan
Cinta di Bumi Turky

Cinta di Bumi Turky

permintaan yang terlalu klise, yah memang hanya ada beberapa bahan yang ku beli tadi, yang paling banyak adalah daging. "Ok, ku tinggal dulu ya" aku kemudian bangkit setelah mengecup pipinya sekilas, aku tau apa yang Azfer kerjakan dia sedang memesan tempat untuk pernikahan kami di B****ari hotel and resort bali, disana terkenal dengan altar weddingnya yang keren, setelah Azfer mencari cari denganku kemarin, akhirnya kami sepakat disitu, pasti sekarang mama Dilara dan Azfer sedang sibuk dengan berbagai persiapan, rencanaya mama akan membawa langanan make up artist terbaik di Istanbul, kebetulan orang itu teman dekat mama Dilara, mama Dilara terdengar sangat senang dengan lamaran yang berakhi
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai smile ready bali
Baca
+Pustaka
Kali Kedua

Kali Kedua

💙 Mas Rezky Aku sudah sampai di Bali. Dan kini sedang sarapan bersama semua timku dan juga para tamu yang ada di sini. Tiba-tiba Mita mendekatiku, dan memberikan satu kotak kecil berwarna putih ke arahku. "Ini apa, Mit?" tanyaku bingung. "Titipan dari calon istri tercinta, Mas," jawab Mita dengan senyum lebarnya.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai smile ready bali
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

tanyaku pada penjual es buah itu. “Sepuluh ribu, Bang,” jawabnya seraya tersenyum, berharap deal membeli. “Satu, ya.” “Siipppp.” Seraya menunggu es buah di buatkan, aku duduk di kursi yang telah di sediakan. Aku berselancar di dunia maya masuk ke efbe. Ketika aku scroll beranda mataku melihat foto Dewi dengan Rama. Tersenyum bahagia memamerkan cicin putih yang melingkar cantik di jari manis mereka.
9.949.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai smile ready bali
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

bisik Bik Karmi. "Oh...nyonya baru itu ya?! Kok banyak amat ya, Bik?" tanya Izzah lagi. Izzah patut kaget, soalnya di meja makan itu, ada ayam goreng, sambal goreng hati, mie, bali daging, telur dadar, ikan nila goreng, cumi tepung, soto daging dan sayur sop lengkap dengan sambal kecap dan sambal bajak, komplit deh pokoknya.
30.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai smile ready bali
Baca
+Pustaka
Mengembalikan Senyum Bidadari

Mengembalikan Senyum Bidadari

“Kita adakan pesta barbeku di sini. Boleh, ya, Ma?” Alina mengangguk setuju. Ia pun akan merayakan kelulusan putrinya dengan menyuguhkan masakan spesial. Bertempat di rooftop, mereka menggelar pesta barbeku. Aneka minuman dan makanan ringan menjadi pelengkap kebersamaan. Entah siapa yang mengundang, Bryan juga hadir membawa seikat bunga dan makanan beku. Pria muda itu memberikan bunga mawar merah kepada Zea. “Selamat, ya, Zee. Semoga pendidikannya lancar dan kelak menjadi dokter yang sukses.” “Aamiin, terima kasih,” ucap Zea. Gadis itu bahagia menerima bunga pemberian Byan. Berkali-kali Zea mencium buket bunga mawar yang tertata rapi.
10166.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai smile ready bali
Baca
+Pustaka
Menikahi Asisten Sang Presdir

Menikahi Asisten Sang Presdir

“Ya, saya mau keluar sebentar lagi. Pak Jo menunggu di mana? Oh, ya, ya. Saya tahu. Saya ke sana sekarang.” Begitu panggilan berakhir, Rayyi mengajak Luna bergegas menuju pintu keluar. Langkahnya tertuju pada seorang pria paruh baya yang mengenakan kemeja batik dan celana hitam. Saat pandangan mereka bertemu, senyum merekah di wajahnya yang sudah keriput. “Selamat datang di Bali!” sambutnya sambil menyalami Rayyi dan Luna. “Sudah lama juga kita tak berjumpa, ya, Rayyi. Tahu-tahu kamu sudah menikah.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai smile ready bali
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status