Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Asmara di Atas Ranjang

Asmara di Atas Ranjang

Sorot luka yang Liam sajikan di hadapannya bagaikan sebuah vonis, bahwa Ayalah sang villain dalam cerita ini. "Aku tidak buta, Aya! Kau terlalu menikmati setiap gerakan yang ia ciptakan untuk tubuhmu dan itu terlalu mustahil untuk disebut sebagai sebuah sandiwara!" Liam menghembuskan napas, suaranya terdengar bergetar di ujung kalimat. Tangannya terangkat mengelus pipi Aya kemudian bibirnya mengecup lembut kening Aya.
106.5K viewsOngoingAdded to Library 208 Times as lam arab
Read
+Library
Lambang

Lambang

"Ibu tunggu di luar ya? Menunggu Nameera datang. Tadi ibu sudah mengabarinya." Lambang mengangguk. Berbicara mengenai bapak membuat hati Lambang mudah tersentuh. Dia bergegas mandi, tidak ingin membuat ibunya menunggu lama. Jam dinding menunjukkan pukul empat sore saat Lambang siap berangkat menuju pemakaman. Tangannya membawa buku kecil berisi Surat Yasin, Tahlil dan Doa Ziarah Kubur. Nameera sudah datang sejak Lambang masih mandi. Ibu juga membawa buku Surat Yasin dan sapu lidi yang akan dia gunakan untuk menyapu tempat di sekitar pusara bapak.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as lam arab
Read
+Library
Liara

Liara

Di atas ranjang, dengan selimut menutupi hingga dagu, pukul satu dini hari, Liara sedang mencoba mencerna penjabaran yang baru saja selesai Hagan sampaikan. Bukan Redrick. Dalang dari mobil yang meledak itu adalah salah satu rival bisnis Orlando. Musuh lama sebenarnya dan nyaris tidak Hagan kenali jika si tersangka itu tak menyebut nama sebuah perusahaan yang sudah lama gulung tikar.
9.534.8K viewsCompletedAdded to Library 801 Times as lam arab
Read
+Library
Anara

Anara

belum sempat Anara menyelesaikan pertanyaannya, Jordan sudah menjawab dengan jawaban yang membuat Anara lebih syok. “Kau tahu berapa Bryan memberi harga untukmu? 10 juta, hanya 10 juta. Hahaha!” Jordan tertawa puas. Dilepaskannya Anara dan beranjak menuju sofa. Membiarkan Anara yang masih tergugu di sudut tempat tidur, dengan air mata yang terus mengalir.
9.92.8K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as lam arab
Read
+Library
Pick You!

Pick You!

Anak-anak berebut mendekat, melihat lebih jelas bagian yang ditunjuk Letnan Adam. "Kita masuk ke Asia Barat. Biasa disebut sebagai 'Timur Tengah' ya... kalau kalian tahu, itu negaranya para Arabian. Maksudnya negeri Arab" "Ada Arab Saudi, Iraq, Iran, Turki, Syria, dan lainnya" Adam mengambil napas sejenak, menggantung ekspresi para anak-anak yang masih penasaran.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 183 Times as lam arab
Read
+Library
Asmara dan Pancaroba

Asmara dan Pancaroba

Tawanya mengoda, Rio menyambut ucapan Shinta, "Ciee..." Debar jantung Shinta semakin kencang. Ia layangkan Jurus Cubit ajaran Sang Ibu, Tepat di paha Rio. Gemas, Shinta menanggapi : "Hiiihhh Jangan gitu!!! ihh... Aku malu, Rio!!! ". Jeritnya melengking, Rio : " Aaaa......Ampun !!!".
3.5K viewsOn holdAdded to Library 136 Times as lam arab
Read
+Library
Arabella Milik Sang Mafia

Arabella Milik Sang Mafia

"Ya Tuhan Ara, kau tega lihatlah dia sudah tegak begini," "Ya itu resiko ditanggung si pemilik!" Mendengar jawaban Arabella, seketika Stanley pun langsung menatap tajam wajah Arabella. "Apa? Pokoknya satu bulan sampai lobak importmu itu jadi loyo, selamat berloyo-loyo Stan!"
1012.8K viewsCompletedAdded to Library 461 Times as lam arab
Read
+Library
Suami Untuk Arabella

Suami Untuk Arabella

kata Sebastian sambil kembali menyentuh bibir Arabella dengan brutal. Setelah puas merasakan bibir Arabella, pria itu kini turun menjelajahi lehernya. Tubuh Arabella begitu harum, wangi parfum manis dengan aroma khas bunga anggrek membuat jantung Sebastian berdetak lebih cepat. Pria itu bahkan tak sadar sudah membuat banyak tanda merah di leher Arabella. Arabella melenguh dan menggeliat saat Sebastian menjelajahi tubuhnya dengan bibir seksinya. “Kau yakin tidak akan menyesal melakukan ini?” tanya Sebastian, menatap wajah Arabella.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as lam arab
Read
+Library
LALI

LALI

Namun, matanya tetap tak menunjukkan tanda-tanda mengantuk meski hatinya terasa tenang. Hingga pagi buta ia mengeja huruf-huruf arab dengan sangat lincah. Matanya menari kesana kemari. Hampir sempurna. Tak ada kesalahan besar yang di lafalkan. Ia pasrahkan segala rasa pada sang Maha Agung. Di sudut hatinya mencoba ikhlas, namun logika seolah menolak keras.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 184 Times as lam arab
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status