Duka Cita
“Saya, itu, bingung kalau ditanya passion. Karena disuruh apa pun saya bisa, jadi, nggak ada yang menantang.”
“Sombong.” Cita mencebik.
“Eh, aku serius, Cit,” balas Arya sedikit mencondongkan tubuhnya. “Aku itu sudah ada di titik jenuh, karena ngerasa hidupku terlalu gampang. Tampangku, lumayan. Nggak jelek-jelak bangetlah, istilahnya. Kalau ngomongin uang, aku nggak kerja aja, tabunganku nambah terus.”
Hot Chapters