Dokter, Sentuh Aku Lagi
ucap Elvareno lirih, “buat tahun pertama kamu pergi. Waktu itu kamu bilang suka lilin aroma lavender karena bikin kamu tenang. Jadi aku beli satu setiap tahun, tapi nggak pernah kubakar. Ini yang terakhir.”
Avrisha membuka kotaknya. Sebuah lilin beraroma lembut, masih terbungkus plastik bening. Ia menatapnya lama, dan senyum kecil muncul di sudut bibirnya, senyum getir. “Kamu masih ingat, ya?”
“Setiap hal kecil tentang kamu nggak pernah aku lupain.”
Ia membuka kotak kedua, warna biru. Di dalamnya ada pulpen silver dengan ukiran huruf “A”