Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku
Tenaganya sangat kuat, aku seperti adonan yang lembut, dibentuk menjadi berbagai rupa di tangannya.
Setelah selesai berendam, dia membawakan handuk untukku.
“Nggak ada jubah mandi?”
“Nyonya, spa kami nggak menyediakan jubah mandi.”
Fajar membantu mengeringkan air di tubuhku, lalu menuntunku berbaring di ranjang pijat.
Tanpa air sebagai penghalang, aku benar-benar terbuka sepenuhnya di hadapannya, membuatku semakin gugup.