Penguasa hati
Setelah puas, Mahesa menyambar benda tipis elektroniknya, lalu mengirimkan pesan.
Terima kasih, aku suka Om Bear-nya.
Alhamdulillah, semoga kamu suka juga puisinya. Tak menunggu lama, balasan dari Wibi sampai.
“Puisi?” Dahi Mahesa berdraperi. Ia melirik boneka barunya, dilihatnya boneka itu memiliki saku berwarna merah di bagian depan. Ia menyimpan gawainya, lalu merogoh saku merah tersebut. Sebuah kertas concorde berwarna merah muda yang dilipat dan dilingkari pita berwarna merah berada di sana. Ia membuka lipatannya, lalu tersenyum.
Sikat na Kabanata