Pengantin Dadakan
Aku ingin menarik napas panjang, tapi sakit rasanya rongga pernapasan.
“Syukur masih hidup, kamu, Can. Kalau nggak Mas cari istri baru, donk.” Refleks aku cubit dia gara-gara ngomong nggak sopan.
“Nikah baru dua bulan juga udah mikir nikah lagi, Mas.”
“Berjanda, Can.”
“Bercanda, Mas. Ngomongin janda, sensitif loh.”
“Udah, ah, pembahasannya. Jadi, sekarang, kita pulang ini?”
Chapitres populaires