Sosok Perempuan yang Mengikutiku
Aku hanya bisa berharap, apakah dengan tahi besi, bambu kuning, atau bahkan ayam cemani, rumah ini bisa kembali tenang, dan kami sekeluarga bisa terbebas dari penderitaan yang mencekam ini.
Malam itu, meski sudah melakukan berbagai cara, kami semua memutuskan untuk tidur bersama di ruang tengah. Kasur digelar di lantai, ayah dan kedua adik iparku ikut serta. Suasana sunyi, hanya suara detak jam dinding yang terdengar samar-samar. Aku mencoba memejamkan mata, berharap bisa beristirahat sejenak dari segala kecemasan.
Namun, di tengah malam, aku terbangun. Ada suara aneh di atas atap rumah. Terdengar seperti sesuatu sedang dilemparkan, diseret, dan berputar di atas genteng.
Bab Populer