Another Maze
A. JOEZAH
gumam Ernest, “Tak ada lagi yang bisa kukatakan, pergilah!”
Pria itu tetap bergeming sembari melirik tablet Ernest. “Sebenarnya, ada yang ingin kusampaikan padamu,”
Ernest tak menggubris. Dia malah tetap asyik menikmati video animasi anak-anak, sambil tanpa malu menirukan gerakannya.
“Bisakah kau berhenti?”
**
Sambungan mesin waktu berhasil diperbaiki, listrik kembali berfungsi. Lenna tampak lega sembari mengusap keringat dahinya. “Tak begitu banyak kerusakan, tapi cukup melelahkan.”
Hot Chapters