Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aruna Putra Api

Aruna Putra Api

“Lantas?” “Di Padang Kalaha lah awal mula orang menyaksikan Sasra Sayaka-Cundhamani. Bagaimana sebuah anak panah api melesat ke udara dan mengganda menjadi ribuan ketika mulai menukik. Seketika Padang Kalaha menjadi terang benderang. Kau bisa bayangkan buah dari serangan itu, bukan?” tanya Rara Anjani pada putrinya. “Ya, apa lagi Cundhamani tak akan padam sampai bahan bakunya habis, bukan?” ucap Rara Sati mulai memahami mengapa Sasra Sayaka-Cundhamani begitu dikagumi.
1015.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 584 Beses bilang sudut pandang malin kundang
Read
+Library
Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu

Dasar payah! Mataku membola melihat satu gambar paling cantik. Kalung dari bahan berkilau dengan liontin seperti biji mutiara. Indah sekali. Apalagi jika yang memakai Berlian. Duh. Otakku ini. Aku tandai alamat tokonya dan segera memacu kendaraan ke sana. "Mbak, bisa liat yang seperti ini?" Aku menunjukkan gambar di ponsel pada pelayan toko.
1010.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 404 Beses bilang sudut pandang malin kundang
Read
+Library
Wanita di Balik Kaca Mobil Suamiku

Wanita di Balik Kaca Mobil Suamiku

POV Author POV Author Manusiawi jika dua orang yang berselisih paham, lalu bertemukembali maka seperti ada batas yang sengaja untuk tidak dilampaui. Jangankan sekadarbicara, menatap saja sungkan. Lian bergeming. Mala lebih menikmati angin sepoi-sepoi yang masuk melalui celah jendela. Perjalanan menuju arah luar kota membuat Mala merasa sayang jika mengabaikan udara bersih itu.
1073.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.1K Beses bilang sudut pandang malin kundang
Read
+Library
Tawanan Cinta Tuan Abizar

Tawanan Cinta Tuan Abizar

Posisi duduk Aland cukup bebas, satu kaki yang menahan kaki yang lain dan tangan yang memangku dagu lancipnya yang ditumbuhi bulu-bulu pirang yang begitu terawat. Tatapan Aland intens ke arah Abizar, sorotnya mencerminkan ejekan dan kegelian. Berbeda dengan Abizar yang menatapnya buas, tatapan penuh kebencian dengan mulut yang tidak sabar untuk memaki-maki dan anggota tubuh yang tidak tahan untuk memukul dan menendang-nendangi.
1013.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 259 Beses bilang sudut pandang malin kundang
Read
+Library
BUKAN HASRAT SUAMIKU

BUKAN HASRAT SUAMIKU

Aku pasti sedang berhalusinasi sekarang. Apa aku tadi tertidur di jalan dan kini sedang bermimpi? Bagaimana mungkin orang ini, masih hidup, ketika beberapa tembakan pernah mengenai batok kepalanya itu? "Kau, tidak perlu melotot seperti itu, Mala? Kau, tidak salah lihat, ini memang aku 'Suamimu' Pandu."
1029.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 912 Beses bilang sudut pandang malin kundang
Read
+Library
Dinikahi Mas Pandu

Dinikahi Mas Pandu

Nadin melirik ke arah kaca di luar, mereka semua menangis, tetapi kemudian tersenyum karena melihat Nadin cekikikan. "Mas Pandu, di laut bisa ngambang begitu, nggak ketemu bajak laut kan? Apa ketemu dugong?" Mendnegar pertanyaan Zita, Nadin kali ini tergelak, Pandu memejamkan mata menahan tawa karena di tubuhnya masih terpasang banyak kabel, ia tak boleh banyak gerak dan tertawa, tapi istrinya memang luar biasa menghibur. Keduanya tersenyum, saling menatap, dengan Zita yang kembali mencium lama kening Pandu lalu ke bibir.
1013.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 435 Beses bilang sudut pandang malin kundang
Read
+Library
Dipaksa menikah, dicintai tanpa ampun oleh mafia miliarder

Dipaksa menikah, dicintai tanpa ampun oleh mafia miliarder

Sudut Pandang Bruno Aku duduk di tepi tempat tidur dan menatapnya, aku tak bisa mengalihkan pandanganku darinya. Ia tetap meringkuk di tempat tidur, melipat tubuhnya seperti janin bayi. Aku benci posisi itu dan aku benci kenyataan bahwa aku mengenalinya, aku berharap aku bisa tahu apa yang terjadi di dalam pikirannya. Saat ini, aku berharap Diego ada di sini, ia tak akan pernah menjadi milikku jika Diego masih hidup.
441 viewsOngoingIdinagdag sa Library 12 Beses bilang sudut pandang malin kundang
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Sekilas, Sadewo berdiri di depan tahta, memandang kosong ke arah bawahannya yang bersiap menghunus senjata. Sekilas, layar menampilkan Pandu berdiri di atas tanah berdebu, rambutnya tertiup angin perang. Langit di belakangnya berwarna merah keemasan — tanda senja sekaligus tanda darah. Ia menatap ke arah barisan musuh yang berjajar di kejauhan, wajahnya tenang namun matanya menyala oleh api keberanian. Suara gendang perang berdentum perlahan ketika Pandu tampak berbicara lantang di hadapan musuh.
1011.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 289 Beses bilang sudut pandang malin kundang
Read
+Library
Pengorbanan Hati sang Ibu Angkat

Pengorbanan Hati sang Ibu Angkat

Srini tersenyum, ia menggeleng-geleng dan berdiri mendekati Pandu. "Terimakasih, Pandu. Sudah mau repot-repot mengantar ke sini," kata Srini. "Tidak apa-apa, Bibi ... aku jadi bisa melihat pemandangan manis tadi." "Is, kau ini, Pandu!" Kembang membuang muka, sambil menahan malu karena tadi ternyata dilihat Pandu. "Eh! Apa salahku? Aku hanya tidak sengaja melihatnya ... um, bukan, maksudku ... aku hanya tidak sengaja menontonnya," kata Pandu.
1.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 36 Beses bilang sudut pandang malin kundang
Read
+Library
PENDEKAR Sabda JAGAD

PENDEKAR Sabda JAGAD

Eyang Cakradewa diam-diam juga kerahkan aji 'Sukma Kelana'nya, sukmanya melayang dan melesat seketika ke lepas pantai Semanding. Sementara Jalu kerahkan aji 'Pancar Mata Bathin'nya, seketika pandangannya menembus hingga ke pantai Semanding. Tak terlihat sama sekali, kalau Jalu saat itu tengah menatap langsung keadaan di pantai Semanding. Hanya dengan mengarahkan pandangannya ke arah lokasi pantai Semanding.
1024.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 885 Beses bilang sudut pandang malin kundang
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status