Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PEREMPUAN MILIK MORETTI

PEREMPUAN MILIK MORETTI

Garis yang tadi terputus— menyambung. Sejenak. Lalu hilang lagi. “Sudutnya,” katanya datar, “yang menentukan.” Julian melirik. Sekilas. Lebih tepat dari sebelumnya. “Sudut,” ulangnya pelan. “Atau posisi orang yang berdiri.” Tatapan itu tidak bergerak ke arahnya. Tetap pada artefak. Adriano tidak ikut masuk ke pertukaran itu.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Kapal pesiar mewah The Northern Star berlayar perlahan di Selat Singapura. Di dek teratas, ruang dansa yang dihias mewah menjadi tempat pertemuan paling berbahaya di Asia. Para kepala sindikat kriminal terbesar berkumpul, menunggu konfrontasi yang telah mereka dengar: bangkitnya Klan Tirtayasa melawan hegemoni Geng Utara.
10943 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Aruna Putra Api

Aruna Putra Api

“Lantas?” “Di Padang Kalaha lah awal mula orang menyaksikan Sasra Sayaka-Cundhamani. Bagaimana sebuah anak panah api melesat ke udara dan mengganda menjadi ribuan ketika mulai menukik. Seketika Padang Kalaha menjadi terang benderang. Kau bisa bayangkan buah dari serangan itu, bukan?” tanya Rara Anjani pada putrinya. “Ya, apa lagi Cundhamani tak akan padam sampai bahan bakunya habis, bukan?” ucap Rara Sati mulai memahami mengapa Sasra Sayaka-Cundhamani begitu dikagumi.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 592 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu

Dasar payah! Mataku membola melihat satu gambar paling cantik. Kalung dari bahan berkilau dengan liontin seperti biji mutiara. Indah sekali. Apalagi jika yang memakai Berlian. Duh. Otakku ini. Aku tandai alamat tokonya dan segera memacu kendaraan ke sana. "Mbak, bisa liat yang seperti ini?" Aku menunjukkan gambar di ponsel pada pelayan toko.
1010.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Katanya sambil memeluk Malin Kundang. Sang istri yang terkejut melihat kenyataan bahwa wanita tua, bau, dan kotor yang memeluk suaminya, berkata: "Jadi wanita tua, bau, dekil ini adalah ibu kamu, Malin" Karena rasa malu, Malin Kundang pun segera melepaskan pelukan iBunia dan mendorongnya hingga jatuh. “Saya tidak kenal kamu wanita tua miskin” kata Malin.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Sepanas Belaian Chef Jonathan

Sepanas Belaian Chef Jonathan

tanya Jonathan yang sudah lelah jiwa dan raga menghadapi Gendis. "Maksud aku." Gendis merapikan rambutnya lalu melihat ke arah belakang Jonathan dan berkata semanis mungkin, "gimana Lun? Penasaran?" Jonathan berbalik dan seketika itu juga tubuhnya membeku saat melihat Kaluna yang sudan berdiri di sana memandangnya dengan tatapan yang tidak bisa Jonathan baca karena terlalu banyak emosi yang terlukiskan di sana.
10131.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
BUKAN HASRAT SUAMIKU

BUKAN HASRAT SUAMIKU

Aku pasti sedang berhalusinasi sekarang. Apa aku tadi tertidur di jalan dan kini sedang bermimpi? Bagaimana mungkin orang ini, masih hidup, ketika beberapa tembakan pernah mengenai batok kepalanya itu? "Kau, tidak perlu melotot seperti itu, Mala? Kau, tidak salah lihat, ini memang aku 'Suamimu' Pandu."
1029.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 919 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Dinikahi Mas Pandu

Dinikahi Mas Pandu

Nadin melirik ke arah kaca di luar, mereka semua menangis, tetapi kemudian tersenyum karena melihat Nadin cekikikan. "Mas Pandu, di laut bisa ngambang begitu, nggak ketemu bajak laut kan? Apa ketemu dugong?" Mendnegar pertanyaan Zita, Nadin kali ini tergelak, Pandu memejamkan mata menahan tawa karena di tubuhnya masih terpasang banyak kabel, ia tak boleh banyak gerak dan tertawa, tapi istrinya memang luar biasa menghibur. Keduanya tersenyum, saling menatap, dengan Zita yang kembali mencium lama kening Pandu lalu ke bibir.
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 444 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Sekilas, Sadewo berdiri di depan tahta, memandang kosong ke arah bawahannya yang bersiap menghunus senjata. Sekilas, layar menampilkan Pandu berdiri di atas tanah berdebu, rambutnya tertiup angin perang. Langit di belakangnya berwarna merah keemasan — tanda senja sekaligus tanda darah. Ia menatap ke arah barisan musuh yang berjajar di kejauhan, wajahnya tenang namun matanya menyala oleh api keberanian. Suara gendang perang berdentum perlahan ketika Pandu tampak berbicara lantang di hadapan musuh.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Pengorbanan Hati sang Ibu Angkat

Pengorbanan Hati sang Ibu Angkat

Srini tersenyum, ia menggeleng-geleng dan berdiri mendekati Pandu. "Terimakasih, Pandu. Sudah mau repot-repot mengantar ke sini," kata Srini. "Tidak apa-apa, Bibi ... aku jadi bisa melihat pemandangan manis tadi." "Is, kau ini, Pandu!" Kembang membuang muka, sambil menahan malu karena tadi ternyata dilihat Pandu. "Eh! Apa salahku? Aku hanya tidak sengaja melihatnya ... um, bukan, maksudku ... aku hanya tidak sengaja menontonnya," kata Pandu.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai sudut pandang malin kundang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status