PENDEKAR TAPAK DEWA
Lalu bertanya pada Meilin, “Meilin suka cumi-cumi bakar tidak..?”
“Cumi-cumi, gurita, kerang-kerangan adalah makanan laut kesukaan saya, Kak,” sahut Meilin, dan tersenyum.
La Mudu tak mau ikut bergabung dengan para muda-mudi itu, tapi berdiri di pinggir haluan lain. Pandangannya jauh menikam ke Pulau Sangiang. Sebuah pulau yang baru saja ia taklukkan. Di sana masih terlihat banyak lampu-lampu yang berkelap-kelip. Pasti penduduknya masih sangat sibuk bahu-membahu mengangkut harta-harta mereka ke atas kapal-kapal mereka. Ada senyum yang bergelayut di wajah dan bibirnya.