Pak Bos Galak, Tidak Mau di Tolak?!
Pria itu menggeliat pelan, lalu menarik pinggang Davina hingga tubuh mereka makin menempel rapat.
"Sudah, Mas. Jam berapa sekarang? Kita ada penerbangan balik ke Surabaya jam sepuluh, kan?" tanya Davina lembut sambil merapikan rambut Trian yang agak berantakan.
Trian membuka matanya perlahan, menatap Davina dengan pandangan penuh kasih sayang. Ia mengecup kening Davina cukup lama.
"Iya. Kita bersiap-siap sekarang. Saya sudah tidak sabar ingin bertemu Kamari."