Aku Dan Tuan Duke
Kakakku tersayang.
Aku terkejut saat menerima surat ini. Kukira kami mendapat panggilan dari Duke. Aku tidak menyangka kakak yang mengirim. Ya, kita sudah lama tidak berkabar. Sejujurnya aku sempat khawatir padamu. Soal paman, dan lain-lainnya, kurasa sebaiknya kita bertemu langsung untuk membicarakan itu. Belakangan ini aku cukup sibuk. Kau tahu ... aku dalam masa berkabung karena mendiang suamiku meninggal. Lalu aku juga sibuk mengurus anak. Banyak pula yang terjadi di kediamanku. Meskipun begitu ... aku akan menikah. Kau ingat ksatria yang aku ceritakan kepadamu? Kami akan menikah. Aku sudah menyertaimu dengan undangan. Datanglah, Kak. Aku mengharapkanmu.