Suami Bayaran
"Makasih ya, kamu sudah bantu aku mikirin semuanya yang aku sendiri nggak kepikiran apalagi sanggup memikirkannya sekarang."
Luna hanya tersenyum kepadaku dan aku merasakan sentuhan tangannya di pipiku.
"Sama-sama, sekarang kita ke masjid dulu Vin, sudah waktunya isya'."
Seperti biasa kami menuju ke masjid rumah sakit. Setelah melaksanakan kewajiban kami untuk mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, kami membacakan surat Yasin untuk ibu berdua. Kali ini aku akan belajar menerima takdir apa saja yang akan Tuhan berikan untukku, ibu dan keluargaku dengan lapang dada.
Hot Chapters