LOGINTak pernah terpikirkan dalam benak Amelia Pratiwi, untuk menjadi wanita kedua. Dicintai dan mencintai seorang Romy Pradipta. Lelaki tampan, yang berusia delapan tahun lebih muda darinya. Amelia seorang janda. Sedangkan Romy sendiri, keponakan dari almarhum suaminya. Hubungan mereka berdua semakin jauh, dan hanyut dalam gelora asmara. Pertentangan keluarga besar mereka berdua, tak bisa dihindari. Hingga Romy Pradipta harus menerima perjodohan dengan Salsa Munandar. "Jangan kau jadikan aku, wanita keduamu Romy. Cukup sudah hubungan ini sampai di sini! Ingat, aku masih Tante kamu!" Penolakan Amelia, tak membuat Romy mundur. Dia semakin ingin memiliki Amelia seutuhnya. Sedangkan Salsa, semakin mencium aroma perselingkuhan suaminya. "Kamu mencintai Tante Amelia, Mas? Katakan dengan jujur, kehamilan Tante Amel, apa anak kamu?" Sampai berapa lama mereka bertiga bertahan, dalam keadaan yang saling menyakiti satu sama lainnya? Karena cinta tak akan pernah melukai. Dan cinta tak butuh pembuktian. Hanya perlu dijalani.
View More“Saya terima nikahnya dan kawinnya Amelia Pratiwi binti Assobri dengan maskawinnya tersebut, tunai karena Allah.”Suara Adrian terdengar tegas dan lantang."Sah?!" teriak penghulu. Disambut dengan jawaban serempak para undangan yang hadir, "Sah!""Alhamdulillah, Tabarakallah. Aamiin."Kali ini perhatian kembali tertuju pada pasangan pengantin Adi Hermansyah dan Salsa Munandar.“Saudara Muhammad Adi AlQorni bin H. Ahmad Komarudin. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Salsa Munandar, dengan maskawinnya berupa seperangkat alat sholat dan uang seratus juta, tunai!”“Saya terima nikahnya dan kawinnya Salsa Munandar binti Munandar, dengan maskawinnya yang tersebut, tunai karena Allah.”"Bagaimana, sah?""Sah!!!""Alhamdullillah." Rumah Maya dan Hartono terdengar riuah dengan ucapan doa yang penuh kebahagiaan. Begitu juga terpancar dari wajah-wajah penuh cinta dan kasih sayang.
_Dua bulan berlalu_Sejak kematian Romy Pradipta. Membawa duka yang mendalam bagi Maya dan Hartono. Begitu juga bagi Salsa dan Amelia. Walau pernah menoreh luka bagi mereka. Namun, anak yang dititipakan oleh Romy, membuat Salsa dan Amelia akan selalu teringat padanya.Hingga Maya dan Hartono meminta pada Salsa dan Amelia untuk melangsungkan pernikahan mereka di Semarang. Secara bersamaan. Walau awalnya Adrian menolak, pada akhirnya dia mencoba untuk mengerti.Karena bagi Amelia, Maya dan Hartono satu-satunya keluarga bagi dirinya. Tepat di hari jumat akad nikah akan dilangsungkan. Tak ada acara besar, atau pun pesta meriah. Karena baik Amelia maupun Salsa tak menginginkan hal itu.Pada hari kami pagi. Amelia beserta Adrian dan Dita serta Rini sudah berada di hotel yang tak terlalu jauh dari rumah Maya. Dia meletakkan kebaya pengantin milik Renata dulu. Mengusapnya perlahan dari ujung leher hingga ujung paling bawah."Ren ... mungkin aku tak p
"Maaa ... Mama!""A-ada apa, Sa?""Perut Salsa kok sakit ya, Ma?""Sa-sakit gimana?""Sepertinya mau melahirkan, Ma.""Haaahhh?!"Maya pun kelihatan panik. Dia memanggil beberapa saudara dan kerabatnya. Untuk segera mengantar Salsa ke rumah sakit terdekat."Sa, semisal menunggu Papa pulang gimana?""Salsa udah enggak kuat, Ma. Kok sakit banget.""Apa pakaian semuanya sudah kamu siapkan?""Sudah, Ma. Di kamar."Maya berjalan cepat menuju kamar. Dia mengambil tas yang ada di atas kasur. Sesaat Maya terpaku dalam diam. Selintas kenangan Romy masih membayang di matanya. Terbayang saat dia masih sakit dan terbaring di atas kasur."Haahhh! Ya Allah, anakku Romy!" desahnya.Teringat akan Salsa yang kesakitan. Buru-buru dia keluar kamar."Sa, ayo aku gandeng!" Salsa yang tak bisa jalan cepat, dibantu Maya berjalan ke luar rumah. Dari arah dalam Bulek Titut berlari ke arah mereka."Bulek!
Sengaja Adrian tak langsung memberitahukan kematian Romy, pada Amelia. "Bapak Adrian!" Segera dia mendatangi seorang perawat. "Silakan Bapak kalau mau ke kamar Bu Amelia. Baru saja dipindah kamar." "Baik, Sus. Di sebelah mana Sus?" "Bapak lurus dan belok kanan. Ada Pavilium mawar nomer 2, itu kamar Bu Amelia." "Maksih, Sus." "Sama-sama." Adrian menghampiri Dita dan Rini. "Ayo ke kamar Mama, Dit!" "Mama sudah di kamar?" "Sudah!" tegas Adrian. Mereka mengikuti langkah lebar Adrian yang berjalan mendahului. Pintu kamar terbuka lebar. Seorang perawat masih membantu Amelia pindah ranjang. "Nanti jangan terlalu banyak gerak dulu ya Bu. Besok pagi, kita rangsang ASInya buat Dedek bayi." "Iya, Sus." Amelia masih terlihat lemah. Wajahnya terlihat kuyu dan lelah. "Dita, adek kamu cowok apa cewek?" "Cowok, Ma." Amelia tersenyum senang. "D
"Papa, ada apa?" Salsa terus bertanya padanya. Lalu memeluk lelaki yang tengah syok. "Papa harus kuat. Kasihan Mama kalau Papa juga ambruk.""Papa sangat sedih, Sa. Kenapa nasib Romy bisa seperti ini? Kenapa?""Ini takdir manusia yang tak bisa kita lawan, Pa. Sepanjang malam, Salsa me
"Adrian, maafkan aku. Maafkan aku!"Ingin hati melaporkan tindakan Romy yang telah berbuat biadab terhadap dirinya. Namun, bagaimana dengan keluarga besar mereka? Dita dan Adrian?Begitu banyak pertimbangan yang dia pikirkan saat ini. Pelampiasan Amelia hanyalah air mata yang menyaksi
"Aku tetap tak akan setuju dengan keputusan papa ini!" tegas Sella keras. "Ini semua gara-gara kau perempuan perek, sundel. Kau pasti sudah merencanakan ini semua sama pacar kamu itu. Iya 'kan?" teriak Sella semakin histeris."Sella!!!" Suara Handy meninggi. "Jaga ucapan kamu itu. Selama be
Amelia berjalan mengikuti langkah Adrian yang terus menggandengnya."Kamu oke, Mel?""Entah, Adrian. Perasaan aku tiba-tiba sakit dengan tuduhannya.""Sudahlah, Sayang! Jangan buat sedih. Kalau Salsa ingin bersikap seperti itu. Biarkan saja. Mungkin dia sedang mencari pela












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore