Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Adinda

Adinda

panggil seseorang dari depan rumahnya. Adinda menjawab salam tersebut sambil mengintip dari jendela kamarnya. Seorang wanita paruh baya berdiri di depan halaman rumahnya, dengan sebuah mangkuk kaca yang bertutup ‘kan daun pisang di atasnya. Dari luar terlihat, cairan berwarna cokelat keputihan dengan berbagai potongan sesuatu di dalam benda berbentuk bulat itu.
1018.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai susanna
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Adiarizki
Soalnya bagiku, kalian yang setia mengikuti ceritaku adalah yang terspesial jadi aku juga enggak mau panggil kalian semua dengan sebutan yang monoton. Maunya juga beda dari yang lain dan spesial, hehehe. Sudah dulu, ah! Kebanyakan bacot jadinya Autoa, kebablasan terus, wkwkkwkwk.
Kejora Bersinar
Terima kasih sudah menghadirkan cerita yang berbeda, Toa.🙏💗💗 Kalau selama ini aku baca kisah CEO/Molioner. Orang kayalah inti nya, talernyata sama Autoa kehidupan sederhana jadi cerita yang menarik dan enak dibaca.❤❤❤🤗
Baca Semua Ulasan
Miss C

Miss C

Grace menatap bingung yang diangguki Linda. Grace membuka ponselnya yang mungkin saja membuat Sebastian lupa mengirim pesan mengenai nasabah Rachel, Grace sedikit curiga jika Sebastian ingin menghabiskan waktu bersama sehingga melakukan hal seperti ini. Membuka dan membaca pesan terakhir Sebastian tidak ada pembicaraan mengenai nasabah Rachel, Grace mengirim pesan menanyakan kebenaran dari perkataan Linda dan sayangnya pesan dari Grace tidak mendapatkan balasan dari Sebastian sama sekali hingga jam pulang datang. Grace langsung berpamitan pada semua teman-teman yang ada di pusat dengan bersedi membantu selama berada di pusat, anak-anak di kantor pusat sangat baik dan jauh dalam pikiran Grace
9.938.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Suzy tidak berani mengikuti terlalu dekat, dia tetap menjaga jarak aman agar tidak ketahuan. Sembari mengendarai mobil, Suzy membayangkan sosok wanita hamil yang dilihatnya. Sosok itu tidak asing, jangan-jangan dia adalah .... Wanita itu adalah Sunny! Namun, bagaimana Sunny bisa muncul di tempat ini? Christina dan Joris akan segera menikah, Suzy tidak akan membiarkan seorang pun merusaknya! Suzy teringat dengan Robert. Kemudian, Suzy buru-buru mengeluarkan ponsel dan menelepon Robert.
9.34.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182.2K kali sebagai susanna
Tampilkan Ulasan (1893)
Baca
+Pustaka
Ina R Ina R
...... sangat senang membaca novel ini syangny hanya sdikit iklan yg bisa d buka untuk bab berikutnya bisa d tambah lagi gak ya karena untuk membeli bonus/koin sya awam atau gaptek tentang teknologi sruh suamiku untuk bayar ngambek terus minta d hapus sja novelny kl byar smntara sya suka baca .........
robertcalvin871
syabas, semoga bisa terus maju karyanya. bagus... sekali pun nama yg di sebut welly jadi wei wei..kkadang, Robert/Rob masih bisa di pake.. Untungnya kami sdh terbiasa dgn nama² watak hero di dlm buku novel yaa.. hehe kami nggak pusing penting jalan ceritanya mantap! nggak tergantung. Terbaikk.. ...️ ...
Baca Semua Ulasan
HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA

Denny merasa mendapatkan mainan baru. “Oh, iya, sebentar.” Susana berjalan ke meja riasnya, menyisir rambut dan mengikatnya. Wajah cantiknya sudah terlihat segar setelah mencuci wajah. Kemudian, ia kembali ke pinggir ranjang dekat suaminya yang masih mengajak bercanda putri mereka. Tentu saja sang putri yang baru berusia lima hari itu tidak bisa melihat wajah tampan sang ayah karena penglihatannya masih belum jelas.
1017.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 653 kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
Wanita Supranatural

Wanita Supranatural

Mengandung kekuatan magic yang dimilikinya. Bagi Cantika yang sama punya kemampuan supranatural, terasa sekali aura mistisnya Sonya. Bagi orang awam atau orang biasa , Sonya malah terlihat sangat cantik menarik. Kali ini makhluk wanita yang mengerikan, yang biasa dekat Sonya, tidak menemaninya. Tumben banget, pikir Cantika. Biasanya makhluk itu seperti bayangan, mengikuti kemana Sonya pergi
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
SANTET

SANTET

kata Ita mengiba. "Apa kamu memakai susuk atau semacamnya?" Teringat kejadian malam itu tepat sehari setelah Ita menyerahkan ke-pe-ra-wa-nan-nya kepada Ki Darma. Ia memasang dua buah susuk pada organ in-tim-nya agar selalu seperti perawan. "Sa-saya memasang susuk keperawanan, Pak Ustad. Ka-karena saya telah-" "Telah apa?!"
9.27.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
Alva

Alva

Alva harus menenangkan pikirannya dari segala emosi dan hal-hal buruk di kepalanya. **** Gadis berambut sebahu itu menghentikan larinya dan menetralkan nafasnya yang ngos-ngosan setelah berlari cukup kencang menuju halte bus. Dia adalah Naisa. Naisa menatap jam tangan putihnya. Pukul 19.16 malam. Hari sudah malam, dan Naisa tidak menyadari bahwa hari sudah mulai gelap saat dirinya tidur di perpustakaan kota tadi.
9.82.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

Damar menoleh ke arah ke belakang, dilihatnya sang ibu yang sudah memasang wajah seramnya. Sedangkan di tempat yang lain, di lantai atas rumah Gunawan, Satria melihat ponsel Handa yang baru saja mengeluarkan notifikasi jika ada pesan yang masuk. Satria sempat membaca pesan masuk tersebut sebelum lampu layar ponsel padam. [Masih ada beberapa yang butuh direvisi lagi, jangan lupa nanti bimbingan di kafe, biar cepat ACC]
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Papa dan Kak Dika yang kebetulan sedang santai di rumah pun ikut bergabung. Selin mengeluarkan barang satu per satu: "Ini buat Mama, mukena sutra asli yang lembut, beberapa pot lulur Bali sama tas rotan etnik yang Mama titip kemarin." "Ini buat Papa." Papa menerima beberapa bungkus kopi kintamani sama kaos khas Bali. "Wah, mantap." Sahut Papa. "Buat gue mana?" Potong Kak Dika. "Sabar, Kak! Ini beberapa pie susu, kacang khas Bali, dan baju barong buat Kak Dika pakai tidur," Selin terkekeh melihat ekspresi kakaknya.
10709 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status