Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SUSAN... OOH SUSAN

SUSAN... OOH SUSAN

Namun tentu saja itu nyaris mustahil, sebab Susan sudah selesai dengan masa pertumbuhannya, ditambah lagi kata Marni , ibu dan ayah Susan itu termasuk dua orang yang memiliki tubuh yang tidak tinggi, jadi kemungkinan Susan tinggi ya memang agak sulit. "Boleh kan Susan minum susunya nanti habis makan nasi aja Ma..! Susan langsung mual tiap kali habis minum susu itu. Eeeh atau besok-besok beli susu penambah tinggi badan itu yang rasa coklat aja Ma. Susan nggak begitu suka rasa vanila!" ujar Susan yang hanya berdiri di samping meja makan seraya melihat gelas susu yang baru saja Wenda berikan padanya. Lucky langsung menarik pinggang Susan hingga Susan terjatuh di atas pangkuannya, lalu memelukny
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
Alice

Alice

ujar nya lagi. Alice merubah posisi nya menjadi duduk, dia mengambil ponsel dari saku nya dan mengecek pesan yang masuk. Dirga Setan! |Babi lo kan yang bocorin ban motor gue?
105.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
Chandra

Chandra

Fani buka suara. Khanza menghela nafas kasar. Kedua gadis di hadapannya tidak membantu sama sekali. Jalan pikiran mereka terlalu aneh untuk Khanza yang merasa dirinya normal. Mereka berdebat cukup lama masalah nama genk. Hingga akhirnya mereka menemukan keputusan. Mereka menamakan genk mereka Gadis Bulan Merah. Fani yang tetap ingin menamakan genk mereka manusia akhirnya merubahnya menjadi gadis, bulan adalah usulan Rain karena ia suka bulan, dan merah adalah warna favorit Khanza. Mereka terlihat gembira, ya meski Khanza yang terlihat benar-benar gembira karena Fani dan Rain bersikap biasa saja.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
Laurene

Laurene

“Lha, kok bisa gak tau sih. Coba aku tebak dulu, kayaknya aku tau deh dari siapa. Pasti teddy bear warna pink ya?" Laurene pun sangat kaget, tebakannya memang benar pas sekali. Biasanya Sella bukanlah tipe teman yang jago tebak-tebakan. Jangan-jangan memang ada yang minta bantuan ke Sella, berarti Sella juga tau dong siapa orang yang memberi surprise itu. “Kok kamu bisa tahu sih, Sell? Kamu tau darimana?" “Eh, aku engga tau kok.Cuma nebak-nebak aja." ucap Sella terlihat salah tingkah.
9.94.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
Sadena

Sadena

kata Ankaa. "Aku habis dari kantin. Beli susu. Hehe." Selin menunjukkan susu kotak berwarna biru di tangannya. "Tambah lagi noh." Ankaa mendelik sekilas susu kotak di tangan Sadena. Selin mengikuti tatapannya. "Eh? Tadi udah habis dua kotak." "Simpan aja. Minumnya nanti." Sadena menyahut sembari mengulurkan susunya.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
Alisya

Alisya

sapa Aiys. Juna hanya mengangkat satu alisnya menatap Aiys dan langsung dialihkan ke depan lagi. Terdiam beberapa saat, Aiys berusaha menebak sifat Juna. Apa benar Juna bonkahan es kutub utara? Sifat dan sikapnya dingin. Gimana bisa ia menjadi ketua osis? Apa kerena kegantengannya? Tapi tak mungkin itu. "Ya, kenapa?" tanya Juna memecahkan suasana.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
Criana

Criana

‘Derttt … derttt,' ponsel miliknya yang diletakkan di atas meja bergetar berkali-kali. Sepertinya ada panggilan masuk. Aku melirik sekilas. Sebuah foto wanita berjilbab muncul di layar Ponselnya, dengan nama kontak my lovely wife. Wajah perempuan itu sangat cantik dan begitu teduh. Melihatnya jantungku seperti berhenti berdetak.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
Vivian

Vivian

Bobby membalikkan tubuh, raut pria yang diterangi api di ujung tongkat tampak ketakutan. Mereka hening, usai mengangguk. Suara hewan kecil yang beterbangan terdengar jelas. Clara mendongak melihat kegelapan langit. Ia menggosok bahu untuk mendapat sedikit kehangatan. "Berhenti!" Bobby menyipitkan mata. "Ada jurang," keluhnya kemudian. Clara maju beberapa langkah. Ia mengamati pemandangan di hadapannya. "Aku belum pernah ke sini."
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

"Dia yang menyiapkan susu itu. Bukti apa lagi?" Liara bisa melihat amarah luar biasa dari mata suaminya. Ia sedikit gentar. Meski begitu, tetap yakin bahwa bukan Biru pelakunya. "Ada orang yang melihatnya menaruh racun itu di susu? Atau hal itu terekam CCTV di dapur?" Alis Hagan mengait. "Kenapa kau sangat percaya padanya? Jelas dia pelakunya. Dia orangnya Redrick."
9.534.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 731 kali sebagai susanna
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status