MASTER ALKEMIS
Begitu selesai berbicara, tombaknya berubah menjadi bayangan senjata tak terhitung jumlahnya, menusuk Gu Mo dari segala arah.
“Puchi!”
Tusukan itu tak terelakkan, langsung menembus dada Gu Mo.
Tidak ada darah yang mengalir, melainkan semburan kabut putih yang keluar dari tubuhnya, wajah Gu Mo seketika menjadi lemah.
“Pergi kau...”
Gu Mo membalas dengan tinju amarah, Manniu Mengaum, menghantam pria paruh baya bermarga Mo.