Pendekar Tombak Matahari
Surya Yudha perlahan bangkit, tangan kirinya masih memegangi dadanya yang terasa sesak sementara tangan kanannya memegang pedang yang menancap di tanah sebagai penopang.
"Kau pemuda yang berani. Dengan kondisi yang begini menyedihkan, kau masih berani menatapku. Aku, Sarwo, mengagumi keberanianmu."
Surya Yudha meludah, "Orang sepertimu tak pantas,"
Senyuman di bibir Sarwo meredup, tangannya meraih golok jagal yang selama ini masih dia simpan di pinggangnya. "Kau akan tahu setelah kau merasakan tajamnya golok jagalku!"