TUAN MUDA YANG MENYAMAR
gumamku menatap tajam mereka yang berada di seberang jalan, selagi mobil bergerak semakin menjauh.
Paman kemudian menepuk bahuku. Aku pun menoleh karena perlakuannya. Lalu tampak senyum tulus menguatkan terpancar dari wajah Paman Hamzah.
“Oya, jangan lupa segera mandi dan berganti pakaian lebih dulu begitu kita tiba, aku tidak tahan setiap kali ingat kamu jatuh ke tai kambing,” ucapnya santai.
“Hiss.” Aku mendesis. Dia bilang tidak tahan, padahal Paman sendirilah yang menarikku hingga jatuh menimpa kotoran –kotoran itu.