Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kalau Cinta Jangan Gengsi

Kalau Cinta Jangan Gengsi

Mendorong punggungnya agar bersandar, menyilangkan kakinya dan melipat kedua tangannya di dada. “Ada apa? Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan padaku.” “Aku akan menjelaskan alasan aku tidak pulang.” “No need.” “Jangan denial, aku tahu kamu pasti ingin tahu kenapa aku tak pulang.” “Aku nggak denial. Aku memang nggak ingin mendengar alasan apa pun.” “Kamu cemburu?” “Nggak.”
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai tak perlu kau beri alasan
Baca
+Pustaka
Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris

Bukan Cinderella Dadakan Tuan Pewaris

“Nay, kau tahu kan alasanku? Aku hanya menjaga diriku agar tidak menginginkanmu. Kau masih belum boleh melakukannya.” . . . Next~
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai tak perlu kau beri alasan
Baca
+Pustaka
Bidadari Surga Milik CEO

Bidadari Surga Milik CEO

"Untuk melepaskan sesuatu, harus ada alasan yang jelas, yang dapat memperkuat suatu keputusan." Suasana kantin yang ramai membuat keduanya memilih tempat lain. Yang jauh lebih hening agar Zalman bisa leluasa menyampaikan apa yang terpendam di dalam lubuk hatinya. Beradu dengan angin, suara bariton itu mengalun merdu. Nada pembawaannya tenang sekali.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai tak perlu kau beri alasan
Baca
+Pustaka
Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

“Tapi--” “Tidak perlu tapi,” sergah Ardiya cepat. “Kau tidak perlu repot mencari alasan untuk menerima kebaikan seseorang. Biarkan saja mereka berbuat baik padamu. Karena mereka juga sedang berbuat baik pada diri mereka sendiri.” “Mengapa begitu?”
1092.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai tak perlu kau beri alasan
Baca
+Pustaka
A.M.O.R.E.G.A

A.M.O.R.E.G.A

@Fatamorgana16the amoramurambungkam
Terlalu banyak kata kenapa dan mengapa membuat semuanya justru harus memiliki alasan padahal gak semua harus ada alasannya. Ya, jika sudah terjadi maka terjadilah dan ke depannya lebih baik. Tapi tidak keluarganya terlalu memikirkan kehormatan sampai lupa kebahagiaan mereka semua dipertaruhkan. “Ga, temani gue ke toko buku ya!” pintanya. “For what?” “Nyari kado”
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai tak perlu kau beri alasan
Baca
+Pustaka
MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI

MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI

tanyanya lagi. “Mungkin begitu,” jawabku dengan pandangan tertunduk, “kecuali ada alasan tepat, baru aku akan menetapdi sini,” “Alasan apa?” Alvin menatapku penuh selidik. “Setidaknya, ada yang menginginku tetap tinggal,” jawabku sembarimembuang pandangan le sembarang arah. Astaga! Apa yang terjadi padaku? Kenapa bicara seperti ini?
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai tak perlu kau beri alasan
Baca
+Pustaka
It's Me, Your Wife

It's Me, Your Wife

tanya Alleya ketika mereka sudah berada di dalam mobil. "Tidak ada apa-apa. Apakah mengajakmu keluar harus ada alasan yang jelas dan tepat?" Aditya balik bertanya. "Tidak harus. Hanya saja, untuk ukuran seorang pengacara muda sepertimu, bukankah setiap tindakan harus memiliki alasan dan bukti yang kuat? Aku takut jika suatu hari nanti dirimu akan menuntutku, untuk sesuatu yang tidak pernah aku lakukan." Alleya tidak mau kalah. "Tenang. Aku tidak akan menuntutmu, karena kau bukan levelku."
9.689.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai tak perlu kau beri alasan
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

kata Speranza membuat Yasa terdiam. "Alasan? aku tidak mememukan alasan untuk menyukaimu, aku menyukaimu karena kau terus berada di dekatku. Lalu, apa aku perlu alasan untuk meninggalkanmu?" Yasa menatap Speranza serius. "Kau ingat? kehidupan memiliki banyak warna dan penuh kejutan juga alasan," ujar Speranza yang di akhiri oleh kekehan.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai tak perlu kau beri alasan
Baca
+Pustaka
Dosa Terindah Bersama Sang Primadona

Dosa Terindah Bersama Sang Primadona

“Kau selalu saja mempertanyakan alasanku. Tidak bisakah kau menerimanya saja?” Lucy menggeleng pelan. “Tentu saja tidak. Setiap perilaku manusia pasti memiliki alasan dibaliknya. Contohnya tidak mungkin seseorang pergi ke restoran kalau dia tidak lapar,” jelas Lucy. Rookie memandanginya kemudian, membuat wanita itu jadi agak salah tingkah karena lelaki itu bahkan tidak mengatakan apa-apa. “H—Hei, kenapa kau memandangiku begitu?”
94.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai tak perlu kau beri alasan
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

“Kau boleh sedih, tapi harus punya alasan. Kau boleh pergi dari rumah, tapi juga harus punya alasan. Sama halnya kau mninggalkan hati seseorang, harus punya alasan yang kuat. Jangan pergi begitu saja, nanti sekeping hati yang kau tinggalkan akan hancur selembut tepung terigu.” “Aku memang punya alasan kuat. Dan... ah, untunglah kau datang. Hatiku sedikit terhibur oleh kedatanganmu, Baraka.” “Tak ada penghibur hati wanita secantik kau kecuali kehadiranku.”
1030.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 813 kali sebagai tak perlu kau beri alasan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status