Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

Janggut tipis tumbuh di wajahnya. Vincent duduk di tangga batu di depan pintu sambil meminum wiski seteguk demi seteguk. Sorot tatapannya tampak kosong. Dia jatuh bebas dari puncak kekuasaan ke dalam jurang. "Putra Telantar Keluarga Gredi", "Hak Suksesi Dunia Bawah Tanah Jatuh ke Tangan yang Salah", "Si Pangeran yang Terpuruk Menangis di Jalanan".
7.1K viewsCompletedAdded to Library 185 Times as tak sedetikpun
Read
+Library
Takdir Tak Pernah Salah

Takdir Tak Pernah Salah

tanya Rani satu malam ketika Rama pulang hampir pukul dua dini hari. “Dinas,” jawab Rama singkat. “Jangan bohong. Aku mencium parfum asing. Bukan milikku.” Rama membuang pandangannya. “Jangan ikut campur.” “Mas, kamu ke karaoke, ya? Sama teman-temanmu itu?” suara Rani mulai bergetar. “Lalu kenapa kalau iya? Setidaknya aku tak membuka sosial media mantan seperti kamu!”
798 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as tak sedetikpun
Read
+Library
SEBATAS TEMPAT SINGGAH

SEBATAS TEMPAT SINGGAH

Ia merasa ada yang salah saat memilih Tegal sebagai tempat usaha bohongannya. "Enggak salah, Mas?" Angga menggeleng meski dengan perasaan ragu mencengkeram. Karena tak mungkin ia meralat ucapannya saat ini. Yang ada nanti Shania akan semakin curiga. "Kamu sadar enggak, Mas? Perjalanan dari sini ke Tegal itu butuh waktu berapa jam?" "Sial!" umpat Angga dalam hati menyadari kecerobohannya.
1022.8K viewsCompletedAdded to Library 592 Times as tak sedetikpun
Read
+Library
Mari Bercerai, Paman Kai!

Mari Bercerai, Paman Kai!

"Gue nggak punya waktu." "Lima menit aja, Luke. Gue nggak bakal lama." ***
1019.8K viewsCompletedAdded to Library 514 Times as tak sedetikpun
Read
+Library
SEDIKIT LAGI, SAYANG!

SEDIKIT LAGI, SAYANG!

Tatapannya menyapu seluruh sudut apartemen mewah itu dengan penuh selidik. Sementara itu, Shella duduk kaku di sisi lain sofa. Tangannya menggenggam erat tasnya, kepalanya tertunduk, dan napasnya terasa berat—gugup, seolah sedang menunggu sesuatu yang tak ia inginkan terjadi.
1014.5K viewsCompletedAdded to Library 419 Times as tak sedetikpun
Read
+Library
Suami Flash Sale

Suami Flash Sale

“Tuan Muda Edward? Apakah Anda benar-benar di depan pintu hotel Monalisa Sweet?” Sakha berkata dengan dingin. "Kamu masih punya lima puluh detik!" Lelaki muda di seberang telepon tampak ketakutan dan berseru. "Tunggu sebentar, saya akan datang secepatnya!"
105.1K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as tak sedetikpun
Read
+Library
Ditalak Di Pelaminan

Ditalak Di Pelaminan

tutur Damara “Tunggu,” gumam Arka, lalu ia terdiam sejenak, “Sepertinya di sebelah apartement ini ada apotek yang buka 24 jam ya? Kalau aku belikan dulu bagaimana? Kamu mau menunggu, kan? Sebentar saja, karena luka seperti itu tidak boleh—”
3.3K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as tak sedetikpun
Read
+Library
Desakan Perceraian dari Saudara Laki-Laki

Desakan Perceraian dari Saudara Laki-Laki

Setelah melihat Husein, anjing besar itu segera duduk di tanah dengan patuh, mengibas-ngibaskan ekornya tanpa menggerakkan tubuhnya. Sita sempat ragu, “Aku tidak berani!” “Ku beri waktu sepuluh detik.” Sialan, lelaki brengsek! Apakah Husein tidak bisa menghampiri dan menjemput Sita? Tapi, Sita tahu jika tindakan Husein sesuai dengan yang dia katakan, jika dia mengatakan sepuluh detik, sudah pasti itu benar-benar sepuluh detik.
9.4350.1K viewsCompletedAdded to Library 10.9K Times as tak sedetikpun
Read
+Library
Di ujung penantian

Di ujung penantian

Tanya Ibu pada Hima. “Tidak apa – apa Bu, Ini gelasnya licin, lalu terjatuh.” Ucap Hima dengan jantung berdetak kencang yang Ia sendiri tak tahu apa penyebabnya. ‘Ya Allah bimbinglah hamba untuk selalu berserah dan hanya berpasrah kepadamu tentang hidup hamba.’ Doa Hima dalam hati dengan kedua tangannya yang masih menyentuh dadanya yang terus berdetak kencang.
1010.6K viewsOngoingAdded to Library 350 Times as tak sedetikpun
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status