Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Tiga detik. Dalam kondisi normal, tiga detik adalah waktu yang dibutuhkan seseorang untuk menarik napas dalam, memproses sebuah pemikiran sederhana, atau melepaskan tembakan presisi. Namun di atas bongkahan es seukuran lapangan basket yang miring empat puluh lima derajat dan meluncur menuju rahang mesin penggiling raksasa, tiga detik terasa laksana satu keabadian yang diukir dalam teror.
10862 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
Nafsu Sesaat Dibayar Penyesalan

Nafsu Sesaat Dibayar Penyesalan

Sekarang, tepat lima hari telah berlalu. Kalau dia bisa mengabulkan harapan dalam kapsul itu, mungkin Ashley akan memaafkannya. Noah berjalan mendekat, membuka kapsul waktu itu, dan mengeluarkan selembar kertas dari dalamnya. Begitu membaca isinya, seluruh tubuhnya langsung membeku.
8.348.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
OBSESI sang Berondong HYPER

OBSESI sang Berondong HYPER

Tiba-tiba— BZZZT. Ponsel satelit yang tergeletak di meja bergetar keras, memecah suasana hangat di antara mereka. Rivan menutup matanya sepersekian detik, lalu mengembuskan napas kasar, penuh kekesalan. “Dunia ini benar-benar tidak suka memberiku sedikit pun waktu tenang bersamamu.”
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
Menaklukkan Duda Dingin

Menaklukkan Duda Dingin

“Aku mau tehku siap dalam waktu sepuluh menit. Kalau tidak, kesepakatan kita batal.” Mendapat ancaman, Amber pun terbelalak. “Kau kira aku robot? Aku sudah berusaha semampuku.” “Daripada mengeluh, sebaiknya kau kerjakan dengan cepat. Waktu terus berjalan,” tutur Adam sebelum pindah ke kursi dekat jendela.
1054.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
Sejuta fikiran

Sejuta fikiran

Itu gila Setta duduk dihadapan Argebi dengan kursi putarnya. Meminum secangkir teh miliknya dengan santai, meletak satu kaki diatas kaki lain dengan tatapan lurus menuju Argebi. "Kenapa?" Menaikkan kedua alisnya sambil tersenyum sinis. "Takut aku meracunimu?" Tawaan pecah dari mulut Setta. "Bukannya aku pernah memasak untukmu, lalu kenapa tidak waktu itu saja aku membunuhmu. jika aku mau"
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
Love Me Please

Love Me Please

"Iya iya ampun kalo kita telat semenit aja nanti kita bakalan di gantung di tiang bendera." TBC
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
Cinta Berawal dari Terpaksa

Cinta Berawal dari Terpaksa

Pertanda enggan menjawab karena sudah tahu jika Dewi Cinta terlalu banyak memberi racun cinta, sehingga sahabatnya itu mengalami perbucinan akut. "Hei, apa kau sudah bosan hidup?" Tandas Ken. "Sudah ku bilang, dalam 10 menit jika kau tak segera sampai aku akan memanggal kepalamu. Dan lihat lah kau telah 2 menit 53 detik." Ah, Ken kenapa di saat genting seperti ini kau malah perhitungan.
1014.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 520 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
Sang Penakluk Wanita

Sang Penakluk Wanita

Sehan mengeram mendengar kalimat penutup seperti itu. “Utamakan keselamatan katannya? CK! Bahkan dengan dia memintaku buru-buru begini aku akan kesulitan untuk hanya sekedar memperhatikan penampilanku. 20 menit memang lama, tapi dengan jarak yang lumayan dan juga ada beberapa tempat yang selalu menjadi tempat titik macet, apakah 20 menit cukup? Dasar tante-tante girang! Menyebalkan sekali!”
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

Ari melihat mereka menggangguk sebagai isyarat setuju. "Oke, dikarenakan sekarang masih jam 8 kurang 15 menit, ada 15 menit untuk kalian bersiap-siap. Jangan lupa keluarkan buku catatan, pulpen, tipe-x. Jangan lupa juga, matikan handphone kalian atau silent aja karena ini merupakan salah satu sikap menghargai seseorang. Paham?" "Paham, Kak." ❄ Jam istirahat telat tiba, semua penghuni kelas berbondong-bondong menuju tempat favorit di setiap sekolah. Apalagi kalau bukan kantin? Tempat yang paling disukai oleh ratusan pelajar.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
JARAK SEJUTA DETIK

JARAK SEJUTA DETIK

Friska : Acaranya Gladies? Amara hanya melihat pesan itu. Terlihat sedang mengetik, Friska menunggu dengan napas yang naik turun dengan berat, rasa sesak kembali menyeruak. Ekspresinya pun seolah sudah siap untuk meledak. Setelah menunggu beberapa menit, Amara pun membalas. Amara : Temanin mama aja, sih.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status