Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernikahan yang Keliru : Istri Penuh Dosa

Pernikahan yang Keliru : Istri Penuh Dosa

“Tapi kurasa tidak akan begitu, terutama setelah sekian lama.” "Mrs. Whitman, maksudmu…” “Kita selalu merasa kalau masa depan masih sangat panjang dari sekarang dan masih banyak waktu, tapi mungkin masa depan tidak akan selama itu. Kau tidak pernah tahu kapan kecelakaan akan terjadi. Kita harus menghargai setiap menit dan setiap detik yang kita miliki. Jika ada kesalahpahaman, jelaskan saja dan jangan membuat orang yang kau sayangi menunggu terlalu lama.”
8.93.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76.9K kali sebagai tak sedetikpun
Tampilkan Ulasan (2082)
Baca
+Pustaka
Khairunnisa Meta
baca disini bikin emosi naik turun. kenapa sih buat Madeline bahagia susahnya minta ampun. kisah cintanya sm Jeremy tragis bgt,tiap mau bahagia ada aja halangannya. semoga endingnya bisa bahagia setelah ribuan rintangan mereka hadapi
Sun Shine
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
Baca Semua Ulasan
Bad Boy Vs Playgirl

Bad Boy Vs Playgirl

Clek. Sh*t! Umpatku begitu derit pintu sedikit terdengar. Aku menunggu sesaat mewanti-wanti jika seseorang terbangun namun sepertinya itu hanya kekhwatiran-ku saja karena setelah beberapa menit tidak ada yang terjadi.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
Dosenku Penyembuh Lukaku

Dosenku Penyembuh Lukaku

"Nggak usah berlebihan. Kami hanya datang terlambat dua menit dari waktu yang dijanjikan." Kenneth terkekeh kecil. "Apa kamu tahu kalau waktu dua menit itu sangatlah berharga bagi seseorang sepertiku? Bahkan bagiku, datang tepat waktu saja sudah dianggap terlambat, apalagi kalau telat dua menit?" "Sungguh, aturanmu yang seperti inilah yang sering membuatku jengkel. Sekali-kali bersikaplah santai sedikit." Kenneth menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. "Memangnya kamu tipe orang yang suka bersantai?"
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
I'm My Sister's Replacement Bride

I'm My Sister's Replacement Bride

Sedikit waktu yang kau miliki Luangkanlah untukku Harap secepatnya datangi aku Sekali ini ku mohon padamu Ada yang ingin kusampaikan Sempatkanlah Hampa kesal dan amarah Seluruhnya ada dibenakku Tandai seketika hati yang tak terbalas Oleh cintamu Kuingin marah melampiaskan Tapi kuhanyalah sendiri di sini Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada Bahwa hatiku kecewa Sedetik menunggumu di sini Seperti seharian Berkali kulihat jam di tangan
1022.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 590 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
Aku Tak Bodoh

Aku Tak Bodoh

Serasa bumi tak berputar selama 5 detik. Hahahaha. Suara tawa menyusul dari berbagai penjuru mata angin. Suara insiden barusan mampu menghipnotis panca indra mereka untuk menyaksikan keadaanku yang menyedihkan ini. Syalan. Malunya saat ini pasti bakalan selalu teringat pas p*p, dan skincare-an.
9.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 326 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Rani menunduk, membaca pelan: > “Waktu kalian tak lagi milik kalian. Setiap duduk di kursi ini, satu detik akan tertukar. Bagi kami, satu detik kalian adalah satu tahun kami. Kami hanya menunggu kursi ini penuh.” Semua terdiam. --- 3. Satu Detik untuk Satu Tahun “Kalau bener,” kata Karina pelan, “berarti setiap orang yang duduk di kursi itu… mempercepat waktu mereka, sementara ‘mereka’ dapat bertahun-tahun?” Toyo menggaruk kepala. “Jadi kita ini… semacam sumber daya buat mereka? Mereka nyedot waktu kita?”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

"Sebentar lagi kita sampai di stasiun pertama." Deryn langsung membuka mata semakin lebar. Lantas meliriknya dan bertanya, "Berapa menit lagi kita sampai?" "Sekitar sepuluh menit lagi," balasnya setelah memastikan. "Masih ada waktu." "Untuk?" tanyanya melihat Deryn yang menghela napas lega. "Untuk berpikir." Delia langsung melengos mendengarnya. "Kepalamu akan cepat botak karena banyak berpikir."
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih

Tak Lagi Menunggu Untuk Dipilih

Setelah ujian nasional selesai, kami berlima teman masa kecil yang sudah sangat dekat sejak kecil, berkumpul untuk bermain permainan kekompakan. Ronde pertama, sahabatku, si Mina bertanya, “Kalau salah satu dari kita terjebak di daerah pinggiran kota tengah malam, siapa yang akan kalian selamatkan lebih dulu?” Tiga pemuda yang sejak kecil sering dijuluki sebagai calon suamiku itu tanpa ragu menuliskan nama Mina secara bersamaan. Orang-orang langsung menyoraki mereka karena terlalu kompak. Dengan wajah memerah, Mina menjelaskan, “Mungkin karena aku yang paling penakut. Jena begitu hebat, dia sama sekali nggak membutuhkan orang lain untuk menyelamatkannya.” Mereka semua mengangguk. Namun, me
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
Tersesat

Tersesat

Sekaligus sebagai penghilang kantuk. Hingga lewat tengah malam, tidak terjadi apa-apa. Namun tiba-tiba Zimat menyuruh Safawi menyiapkan beras dan kunyit yang diparut. Ia tampak panik dan meminta Safawi melakukannya dengan cepat.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai tak sedetikpun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status