Istriku Tua
ISTRIKU TUA
Bab 17 : Ternoda
Habis sudah harga diri yang kubanggakan selama ini, kini aku layaknya tisu yang habis di sobek-sobek terus di buang dan tertimpa hujan. Lumat tak bersisa. Mungkin dunia menertawai nasibku yang malang dan mengenaskan ini, air mata yang kuteteskan saat ini bukti keterpurukan. Laki-laki juga bisa menangis, jika hatinya sudah terlalu sakit akan azab hidup yang melebihi kapasitas. Penyesalan ini serasa tiada arti, sebab aku terlanjur hancur.