Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kamu Akan Miskin, Mas!

Kamu Akan Miskin, Mas!

BAB 83 "Aku gak tau lagi harus ngapain, Mbak. Semuanya abu-abu. Aku berharap ini bukan mimpi. Ini gak nyata, kan, Mbak?" "Sstt ... udahlah, Rin. Ini takdir." Dia malah semakin menangis. Buru-buru aku memeluknya, berusaha menenangkan wanita ini. Aku sesekali menghela napas, mengusap punggung Rini berkali-kali.
8.5241.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.4K kali sebagai tak terbayang rintihan tangismu
Baca
+Pustaka
Dilema Istri Kedua

Dilema Istri Kedua

Tenggorokan tercekat, serasa ada sesuatu yang mengganjal menghalangi. "Nay ... Nay," seru Bang Irsyad mulai panik mendengar isakanku. Aku tak mampu lagi membendung air mata yang sempat tertahan. Aku kembali menangis, meraung, hingga abangku pun pasti mendengarnya. "Kenapa Nay? Apa yang terjadi?" pekik Bang Irsyad. "Bapak .... Bapak, Bang." Aku masih saja meraung. Tak sanggup melanjutkan ucapanku.
8.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai tak terbayang rintihan tangismu
Baca
+Pustaka
Istri Cacatku, Kembalilah!

Istri Cacatku, Kembalilah!

“Bayi sialan!! Bisa diam tidak!! Tangisanmu cukup mengganggu brengsek!!” To be continued
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai tak terbayang rintihan tangismu
Baca
+Pustaka
Jerat Pernikahan Tuan Arogan

Jerat Pernikahan Tuan Arogan

“Berhentilah menangis. Aku gak tahu harus apa kalau melihatmu menangis.” Aku setuju tentang itu. Menahan tangisan bukan perkara sulit. Kuseka dengan jari-jariku, mengontrol ingusku agar tetap berada di koridornya. Aku menyiapkan diri untuk cerita yang akan dikisahkan Riga. Sepanjang apa pun. Selama apa pun. Akan terus kudengarkan. “Dan satu hal lagi .... Ayo kita pulang!” __BERSAMBUNG__
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai tak terbayang rintihan tangismu
Baca
+Pustaka
WAJAH ASLI ISTRI BARUKU

WAJAH ASLI ISTRI BARUKU

Mungkin memang belum sinkron antara otak dan lisannya. Tak apa, pelan-pelan saja. Aku yakin kapan pun itu, Ela akan kembali. Dan dia sudah dalam keadaan bertaubat di hari itu tiba. “Sekarang, tidur, ya. Aku temani.” Kurasakan tangan ini basah. Ia menangis, ya menangis. Ini tentu perkembangan baik. Tangisan adalah respon atas stimulasi yang kulakukan. “Menangislah jangan ditahan.”
9.7178.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai tak terbayang rintihan tangismu
Baca
+Pustaka
MEMBALAS SUAMI DAN MADUKU

MEMBALAS SUAMI DAN MADUKU

Tubuh terasa terpaku. Aku hanya bisa menangis. Kenapa garis hidup begitu kejam. Saat kebahagiaan menghadang di depan mata, tapi tak mampu kugapai. Tubuh berguncang. Membiarkan airmata menetes sesuka hati. Aku seorang diri. Tak ada yang akan melihatku sebagai wanita yang cengeng. Sedikit mengeraskan suara tangisan. Hati ini sangat lara.
8.9111.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai tak terbayang rintihan tangismu
Baca
+Pustaka
Ok, Aku Nyerah Bos!

Ok, Aku Nyerah Bos!

Aku menunduk, terisak dengan hati yang kacau balau. Tama menangkup wajahku, menghapus air mata yang terus luruh tak mau berhenti. “Jangan pernah menangisiku,” ujarnya terluka. “Yang jadi masalah sekarang adalah di mana kondisi keuanganku yang benar-benar tidak bisa–”
1031.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai tak terbayang rintihan tangismu
Baca
+Pustaka
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

Mungkin, organ tampung air mataku juga ikut rusak karena dia tidak berhenti menetes bahkan meski aku sudah berusaha sekuat tenaga unt uk tidak menangis. Mas Abi menenggelamkan tanganku dalam genggamannya. "Jangan seperti ini, Nduk? Ikhlas, ridha ...." Aku meliriknya dan mengulas senyum. Kutahan suaraku agar tidak histeris. Semakin mencoba melupakan, aku mendekati gila. Aku tidak mau, masih ada suami dan anggota keluarga yang lain. Aku … tidak boleh terlalu kehilangan.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai tak terbayang rintihan tangismu
Baca
+Pustaka
ISTRI RAHASIA KONGLOMERAT

ISTRI RAHASIA KONGLOMERAT

Di mana dirimu, Tuan? Tiap detik yang kupunya terisi dengan rintihan dan tangisan. Pingsan, menjadi kebiasaanku semenjak rahim ini terisi janin. Malam kian merambat, langit pekat tanpa rembulan apa lagi gemintang. Mendung bergelayut, seakan berbisik lirih apa yang kurasakan semesta pun rasakan. Tetesan bening yang bergulir seakan tak ada jedanya.
1019.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 571 kali sebagai tak terbayang rintihan tangismu
Baca
+Pustaka
AKU VS IBUMU

AKU VS IBUMU

Berilah petunjuk-Mu agar hamba tak salah melangkah. Mengapa air mata ini mengalir lagi? Sudah seharian aku menangis, namun, setiap aku mengingat Bang Faiz, bulir-bulir bening itu semakin deras dan semakin banyak yang keluar. Beginikah rasanya dihianati? Beginikah rasanya dibohongi?
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai tak terbayang rintihan tangismu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status