Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda
"Aku? O tidak Bu, tidak, aku tidak menangis. Ini hanya keringat kok, bukan air mata!"
Selain entah kenapa terasa begitu sulit menerima kenyataan bahwa Mariana akan segera pergi dengan sebenar-benarnya pergi, aku juga begitu terhanyut dalam lantunan azan yang dikumandangkan Tamsir.
Barusan itu, semakin aku menghayati lantunannya, semakin pula aku tidak kuasa menahan diri untuk tidak menitikkan air mata, hingga tanpa sadar sedang diperhatikan oleh seseorang.