Dosen Galakku, Suami Rahasiaku
Mataya akhirnya naik ke jok belakang dengan wajah semerah tomat.
Belum sempat duduk dengan benar, Dante kembali bersuara. "Maaf, Putri. Demi keselamatan perjalanan, mohon penumpang memeluk pinggang sopir dengan erat. Kalau kurang erat, nanti sopirnya sedih."
"Abang!"
"Ini prosedur keselamatan. Jadi gak boleh diabaikan."
Mataya akhirnya memeluk pinggang Dante pelan. Lalu dia bergumam lirih, "Kayaknya liburan ini bukan bikin aku capek keliling resort deh."