TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU
kukecup lembut bibir itu perlahan.
“Tunggu, Mas, ya.”
“Iya, tapi kenapa aku menatap rasa gundah dari wajah, Mas? Tenanglah, Sayang.”
“Mas cuma takut saja, nggak punya waktu lagi sama kamu, Dek.”
“Kok gitu, sich, bicaranya, Sayang? Waktu kita kan masih panjang.”
“Ya karena di sana rawan sakit.”
“Mas harus selalu sehat. Jaga kesehatan dan isitrahat cukup walaupun di sana. Lakukan yang terbaik demi aku dan anak-anak.”