Aku Tanpa Cintamu
"Aku nggak tahu, Han. Saat ini semuanya masih butuh sentuhan tanganku. Tak hanya hati, tapi juga banyak jiwa di sekelilingku. Bapak dan ibu yang semakin tua, Ziva, Zelda, dan karyawan-karyawanku yang harus menghadapi banyak perubahan."
"Ya, dan aku sangat yakin bahwa kamu bisa. Kamu wanita kuat, Zee. Bahkan sebagai lelaki, aku justru banyak belajar dari kamu."
Hening beberapa saat, sampai Handi mengeluarkan handphone.
"Kuenya kubawa ke sini bukan untuk dicuekin, Zee. Ayolah dipotong dan make a wish."
"Sebentar."
Aku meninggalkan Handi menuju dapur butik untuk mengambil piring kecil. Tak lupa membawakan lelaki itu air mineral.