Pria Desa Penakluk Wanita
Kamar itu remang-remang, hanya diterangi lampu tidur di pojok ruangan yang memberikan semburat warna kuning hangat.
"Masuk, Bar. Tutup pintunya, jangan lupa dikunci ya. Tante nggak mau Keyla tiba-tiba masuk kalau dia mimpi buruk," bisik Tante Marissa sambil berjalan menuju tepi ranjang besar yang empuk.
Bara menuruti perintah itu dengan tangan gemetar. Klik. Suara kunci pintu terdengar begitu nyaring di telinganya, seolah menjadi tanda bahwa dunia luar sudah tertutup bagi mereka.