Harem milik Suamiku
Tangannya menyambar cepat remote televisi yang tergeletak di meja sofa, lalu menhidupkannya.
Layar televisi yang semula gelap, segera muncul sosok Orchid yang sedang duduk di atas ranjang rumah sakit. Rupanya Orchid sedang melakukan memberikan konferensi pers secara live, dengan kondisinya yang menerbitkan simpati dan rasa kasihan. Wajah cantiknya terlihat penuh memar di beberapa sisi. Kepalanya terbalut perban putih, sementara tangan kiri nampak digendong dengan kain berwarna coklat, di depan dadanya. Mata Orchid terlihat sayu dan berkaca-kaca, tersenyum lemah menghadap layar.
"Kapan kamu tahu hal ini?" Max memiringkan kepala, memandang Martin yang gelisah.