Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjerat Pernikahan Dadakan dengan CEO Duda

Terjerat Pernikahan Dadakan dengan CEO Duda

Tetapi, ia tidak melihat tangannya yang nyaris terluka akibat pisau. "Aaaa ...," pekiknya ringan. Untungnya, ia langsung menyadari pisau itu. Ardhan yang tengah memasak pun langsung menghampiri Nara. "Kamu kenapa?" tanyanya sembari memeriksa tangan istrinya tersebut. "Tidak apa-apa, kok, Mas. Tadi cuma hampir teriris pisau saja." "Kamu tidak usah mengiris-iris, nanti biar saya saja yang melakukannya buat kamu!" pumgkas Ardhan mengingatkan.
1012.6K viewsCompletedAdded to Library 303 Times as tangan di iris pisau
Read
+Library
Kembali Untuk Membongkar Topeng Kepalsuan

Kembali Untuk Membongkar Topeng Kepalsuan

Saat kau mengetahuinya, ekspresi wajahmu pasti akan sangat berharga. Dia melihat pembangkangan di sorot mataku. Tangannya meraih sesuatu di ikat pinggang. Dia mengeluarkan sebilah pisau. Memang bukan pisau besar, melainkan sejenis pisau saku untuk pekerjaan yang lebih detail. Dia menekan sisi datar pisau ke pipiku, lalu menariknya perlahan ke bawah. Ujungnya mengenai kerah blusku dan mengirisnya seperti kertas. Kancing-kancingnya lepas dan kainnya terbuka.
3.9K viewsCompletedAdded to Library 82 Times as tangan di iris pisau
Read
+Library
Sentuhan Panas Bos Suamiku

Sentuhan Panas Bos Suamiku

Jleb! Pisau itu menusuk sesuatu. Lira makin membeku dengan air mata yang menetes, tidak tahu pisau itu menusuk apa. Tapi Raynard membelalak dan mendadak kaku. Tangan Lira yang masih ada di pinggang Raynard pun mendadak basah. Dan tubuh Lira makin gemetar saat ia mengangkat tangannya dan melihat darah di sana. "Raynard! Raynard!"
9.9246.8K viewsCompletedAdded to Library 7.9K Times as tangan di iris pisau
Read
+Library
Menikah Karena Penggrebrekan

Menikah Karena Penggrebrekan

Mataku melihat ada sebuah gagang pisau di balik punggungnya. Kaki yang bebas mulai bergerak. Kutendang tulang kering kakinya dan dengan gerakan cepat aku curi pisau itu. Kuacungkan pisau itu ke depan. Keempat laki-laki itu hanya terkekeh seolah meremehkan tindakanku. Namun itu tak lama. Gerakan tanganku yang secara cepat mengiris nadi, membuat mereka terkejut. "Shit!!! Tingallin, tinggalin, tinggalin...!"
1.3K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as tangan di iris pisau
Read
+Library
Pengorbanan Dibalas Pengkhinatan Cinta

Pengorbanan Dibalas Pengkhinatan Cinta

Dia sudah tiba di hadapan Nelson, tetapi Nelson sama sekali tidak bangun. Irish pun tersenyum sinis. Dia membatin, 'Dasar tua bangka! Sudah mau mati, tapi masih bisa tidur selelap ini! Baguslah, rencanaku jadi bisa berjalan lancar!' Setelah memikirkan ini, Irish menatap pisau buah di piring buah. Dia mengambil pisau itu, lalu meletakkannya di tangan Nelson. Nelson yang merasakan sentuhan aneh sontak membuka mata. Irish tentu ketakutan melihatnya. Jantungnya berdetak kencang. Namun, dia tidak mungkin menyerah di saat seperti ini.
9.1232.8K viewsCompletedAdded to Library 6.1K Times as tangan di iris pisau
Show Reviews (85)
Read
+Library
Kikan Hapsari
Setelah sekian lama akhirnya baca lagi nih novel dengan perubahan alur yang makin seru (soalnya sekarang giliran karma buat Deven, jujurly senang banget akutu liat Deven tersiksa ...). Etatapiii napa TAMAT sih, kan si beruk Okto dan si kutil badak Irish belum dapat karma. Mungkin ada season ke 2 nih.
Hasna Al-rasyid
sbnarnya menarik ceritanya cm alurnya terjebak di satu situasi yg itu² aja. tdk ada pengembangan karakter atau situasi. gk ada penyelesaiannya. jadi terkesan monoton dan bs ditebak alurnya. baca sudah bab 400 tp cerita msh muter² kyk bab 1.
Read All Reviews
Istri Presdir yang Berkuasa

Istri Presdir yang Berkuasa

Dia lupa mencukur bulu di bagian intimnya. Aiden menyingkirkan tangan dari wajahnya dan menahan kedua tangan Iris. tanpa beranjak dari tempat di pinggul Iris, dia menatap wanita itu dengan tatapan panas. “Jangan dulu? Mengapa?” Pipi Iris masih merona dan mengalihkan pandangannya dengan cemberut. “Aku belum mencukur.”
9.1162.2K viewsCompletedAdded to Library 4.5K Times as tangan di iris pisau
Read
+Library
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

“Dari potongan pertama…” Ia mengangkat pisau, siap untuk mengiris bawang itu dengan kecepatan dan presisi yang pernah membuatnya terkenal. Namun, sesuatu terjadi. Tangannya—tangan kanan yang memegang pisau itu—mulai bergetar. Awalnya hanya getaran halus, hampir tak terlihat. Lalu semakin kencang. Jari-jarinya menegang di sekitar gagang pisau, berusaha menghentikan guncangan yang datang dari dalam, dari suatu tempat yang tidak bisa ia kendalikan.
1.0K viewsCompletedAdded to Library 24 Times as tangan di iris pisau
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status