Ketika Istriku Minta Talak
Tangannya juga terjulur, tapi tidak menyentuh tanganku.
“Lihat perbedaannya! Seperti langit dengan bumi! Tanganmu begitu putih, bersih, halus, lembut, bak poreselin mahal. Sedang tanganku, begitu kusam, keriput, kasar, bersisik, seperti patahan ranting kayu yang dicampakkan! Apakah menurutmu pantas tangan kita bersentuhan? Apa lagi untuk berjabatan!” ucapnya. Kalimat itu begitu ketus. Begitu tajam serasa mengisir iris hatiku.