Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kakak Iparku Mencintaiku

Kakak Iparku Mencintaiku

"Temani aku tidur seperti dulu setiap kali aku merasa sedih." rengek Lillian. "Oh, Lili. Jangan menggodaku atau kamu akan menyesal." bisik Harvey dengan suara serak. Ketegasannya tiba - tiba saja menguap entah kemana. Permintaan Lillian untuk tidur bersama membuat pikirannya tak waras. Harvey tidak minum tapi dia mabuk oleh pesona Lilian, adik ipar sekaligus wanita yang selalu dijaganya sejak kecil. Kondisi Lillian yang mabuk justru membuatnya terlihat semakin cantik. Mata yang sayu dan bibir mungil yang sedikit terbuka menantang Harvey untuk menyentuhnya. Belum berhasil mengumpulkan kewarasan, Lillian malah melingkarkan tangannya ke bahu Harvey, memaksa laki - laki itu mendekat. Detik berikutnya Lillian langsung menyambar bibir Harvey....
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai tangannya
Baca
+Pustaka
Jabakan Maut Sahabatku

Jabakan Maut Sahabatku

Setelah suamiku tak lagi berfungsi, aku mulai mengisi hari-hariku dengan mainan. Pada akhirnya, aku malah kecanduan pada hal yang sulit dijelaskan itu. Dengan alasan suamiku sudah melukaiku sampai berdarah saat menggunakan mainan itu, aku memutuskan pergi ke sebuah klinik untuk mencari pengobatan. Tak disangka, ternyata dokter pria di sana adalah teman suamiku sendiri. Saat dia memintaku berbaring di ranjang pasien, lalu dengan tegas memisahkan kedua kakiku dan tangannya mulai bergerak ke arah sensitif itu. “Adik ipar, jangan panik… sini biar kuperiksa.” Rasa hampa dan gejolak dalam diriku mulai membakar akal sehat. Di saat yang bersamaan, aku mendengar suara suamiku dari balik pintu sedang mencariku.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai tangannya
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Suci

Pendekar Pedang Suci

Saat desanya diserang dan dibakar, Xiu Zhangjian yang baru berusia lima tahun memilih untuk melarikan diri. Bertahun-tahun hidup dalam penyamaran, dia selalu menyiapkan diri untuk melakukan pembalasan. Suatu hari markas sekte tempatnya bernaung diserang. Dia membuat keputusan berbeda, tidak lagi melarikan diri, tetapi justru mendekati musuh dengan memilih menjadi budak di penjara istana. Semua tahanan dan penjaga mengenalnya sebagai budak lemah dan bodoh. Namun, di malam hari, diam-diam dia menunjukkan kemampuannya yang sesungguhnya. Hingga tiba waktunya, Xiu Zhangjian mendapatkan kembali Pedang Naga Suci. Dengan sebilah pedang pusaka keramat di tangannya, dia menjalankan tugas sebagai sang pewaris, membasmi kejahatan aliansi sekte aliran hitam "Aku bersumpah, mereka akan mengemis untuk mati!"
9.9121.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai tangannya
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Khoirul N.
Selamat malam, Maafkan penulis yg tidur terlalu lama hingga naskah ini baru up lagi. Jika terasa aneh atau berbeda, maklumin ya. Semoga besok bisa up lagi~ terima kasih bagi sesiapa yg mungkin menunggu cerita ini dilanjut.
Pek Siansu
saran saya buat pembaca. jgn prnhbacq buku yg bab nya 1 per hari. kalian akan kecewa karna tdk akan tamat. alias putus di tengah jalan. kemudia buku yg berseri alias trilogi atau apa. sebab belum tamat yg satu saja sdh sok nulis judul lain. akhirnya tdk kompeten
Baca Semua Ulasan
Sentuhan Terlarang Dosen Killer

Sentuhan Terlarang Dosen Killer

“Sebaiknya kamu pergi,” kata Garda lirih. Tapi kontras dengan apa yang dikatakan, tangannya justru menahan pinggang Karina. Tubuh pria itu semakin condong ke arah sang gadis. Wajah mereka hanya berjarak beberapa inci hingga Karina menahan napasnya karena gugup tiba-tiba menyerang. “Ah,” desahnya dalam mulut sang pria saat bibir mereka bertemu. Karina mengira malam itu hanya kesalahan bodoh, sedangkan Garda menganggapnya awal sebuah misi berbahaya. Siapa sangka pria dari malam itu adalah dosen yang dianggap killer di kelas yang Karina ambil? Perlahan, tumbuh gairah terlarang di tengah intrik, drama keluarga, dan bisnis gelap. Di balik tatapan, ancaman tersembunyi, dan batas moral yang semakin kabur, Karina dan Garda terjerat dalam hubungan berbahaya.
10868 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai tangannya
Baca
+Pustaka
Misi Menggoda Bos Tampan

Misi Menggoda Bos Tampan

GILA!!! Aku tak pernah menyangka hidupku akan sebercanda ini. Istri bosku sendiri menawariku sebuah tugas gila—menggoda suaminya, tepatnya adalah atasanku sendiri. Awalnya, kupikir ini hanya permainan singkat, sebuah drama konyol demi memuaskan rasa curiga seorang istri. Tapi semakin dekat aku dengan pria itu—dengan tatapan dinginnya, genggaman tangannya, juga senyum samar yang hanya muncul untukku—aku sadar satu hal, aku sedang jatuh cinta. Masalahnya, aku tidak seharusnya merasakan ini. Dia adalah bosku. Dia adalah suami orang. Dan yang lebih parah lagi, aku masih melanjutkan hubungan terlarang ini tanpa sepengetahuan istrinya. Lalu ketika nanti rahasia ini terbongkar … siapa yang akan hancur lebih dulu? Aku, dia, atau pernikahannya?
10678 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai tangannya
Baca
+Pustaka
Ayah yang Salah Untuk Anakku

Ayah yang Salah Untuk Anakku

Anakku tidak sengaja menjatuhkan air panas pada tangan kekasih suamiku. Namun, suamiku malah langsung memotong setengah telapak tangannya sebagai hukuman. Saking kesakitan, pandangan anakku jadi kabur dan tidak sengaja terjatuh ke dalam danau. Noda darah langsung mewarnai permukaan danau. Aku memeluk tubuh anakku, menangis histeris, lalu segera menelepon suamiku untuk meminta bantuan. Namun, dia hanya merespons dengan dingin, "Cuma telapak tangan yang putus, tinggal disambung saja. Kalau nggak diberi pelajaran, dia hanya akan semakin berani menindas orang!" Karena penanganan yang terlambat, anakku tenggelam dan tak bisa diselamatkan. Dia akhirnya meninggal di danau itu. Namun saat suamiku melihat jasadnya, dia seakan-akan tak percaya. "Hanya karena kehilangan setengah telapak tangan ... kenapa bisa mati?"
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai tangannya
Baca
+Pustaka
Noda di Balik Cadar Aluna

Noda di Balik Cadar Aluna

Mata Aluna terbelalak melihat tubuhnya tertutup selimut tanpa sehelai pakaian pun di atas ranjang hotel. Air matanya mengalir, dadanya terasa sesak, bahkan rasanya sulit untuk bernapas. Hari ini, kehormatan yang ia jaga selama dua puluh tiga tahun musnah begitu saja. Gadis bermata bulat itu mengambil selembar kain hitam penutup wajahnya. Ia meremas kain itu kuat-kuat, Aluna tidak tahu apa yang harus ia katakan kepada kedua orang tuanya dan calon suaminya nanti. Dengan langkah gontai, Aluna berjalan menuju balkon hotel, tangannya mencengkeram erat pagar besi setinggi dada orang dewasa. Ia pun memejamkan mata, memantapkan diri untuk menyudahi segalanya. Apakah Aluna akan menyerah? Yuk, baca kisah selanjutanya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai tangannya
Baca
+Pustaka
TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

TOPENG MANIS SANG PEMBUNUH

Langkah Hera terdengar pelan di lorong hotel. Sepatu hak pemberian tamu ke-2 ini terlalu sempit, itu sudah 5 tahun lalu, tapi ia belum mampu mengganti sepatu prada yang seperti itu . Bagi orang lain, gaun merahnya mungkin tampak mewah. Bagi Hera, itu cuma seragam. Topeng. Tangannya menggenggam erat tas kecil Hermes pemberian tamu ke-3. Di dalamnya hanya ada dompet tipis, lipstik murahan, dan kartu mahasiswa yang hampir jatuh tempo. Mahasiswa. Ya, itulah Hera di siang hari. Mahasiswi Sastra tahun akhir. Tapi di malam hari… ia menjual dirinya. Ia tidak pernah menyangka akan sejauh ini. Semua karena satu hal, uang. Adiknya butuh operasi, dan orangtuanya bahkan tak mampu bayar listrik. Hera belajar terlalu dini bahwa cerita di buku-buku tak pernah menyelamatkan orang miskin. Dan malam ini, ia harus menghadapi klien yang berbeda. Klien yang bahkan manajer tempat “kerjanya” tadi berulang-ulang, mengingatkannya, “Jangan macam-macam. Dia bukan orang biasa.” "hmm memangnya tamu seperti apa dia?" Hera menghitung jemarinya "oh, pria ini adalah tamu yang ke-9" Hera menghitung mereka untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidaklah semurahan itu. Managernya selalu bilang " Jangan banyak pilah pilih, untung cantik kalau tidak mah bisa gawat!" Pintu kamar 1705 terbuka otomatis. Sosok pria duduk di kursi dekat jendela, punggungnya menghadap Hera. Gelas anggur di tangannya berkilau diterpa cahaya lampu kristal. Pria itu bahkan tidak menoleh ketika Hera masuk. “Duduklah.” Suaranya berat, dalam, tapi tenang. Hera menelan ludah. Biasanya klien akan langsung tersenyum, meraba atau yang paling ekstrim langsung menerkamnya tanpa busana. Tapi pria ini? Ia hanya memandang keluar jendela, seolah keberadaan Hera bukanlah hal penting.
565 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai tangannya
Baca
+Pustaka
Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku

Malam Penuh Gairah dengan Pacar Putriku

Setelah punya pacar, putriku secara khusus memintaku untuk mengajarinya cara bercinta dengan pacarnya. Dengan malu-malu, aku membagikan beberapa video lamaku dan suamiku kepadanya. Namun, aku tak menyangka bahwa tindakan itu akan membangkitkan hasratku sendiri. Saat menggunakan video-video itu untuk mengenang mendiang suamiku dan menghibur tubuhku, pacar putriku malah memergokiku. Ranjang di klinik kampus berderit. Aku didorong ke atas ranjang oleh seorang pemuda dan napasku dipenuhi aroma maskulin pria. "Bibi, gimana Bibi dan Paman melakukannya dulu? Biar kulihat ...." Aku terhanyut dalam pelukan pria itu, lalu menyaksikan tangannya menyentuh tubuhku yang sudah bertahun-tahun tidak disentuh, juga merasakan nafsu aneh dan tak terkendali yang mulai merampas akal sehatku ....
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai tangannya
Baca
+Pustaka
Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku

Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku

Selama lima tahun menikah, Aster tidak pernah mendaftarkan pernikahan dengan Selene secara resmi. Dia selalu bilang perusahaan terlalu sibuk, tidak ada waktu, daftar atau tidak juga sama saja. Selene percaya begitu saja. Sampai hari ini .... Dia melihat dengan mata kepala sendiri Aster keluar dari kantor catatan sipil bersama kakaknya yang menghilang lima tahun! Mata Stella memerah saat dia menerjang ke pelukan Aster, tangannya menggenggam erat akta nikah menyilaukan itu. "Aster, waktu itu aku memang salah karena kabur dari pernikahan ...." Suara Stella tercekat. "Aku tahu kali ini kamu setuju menikah denganku juga karena aku kena kanker, tapi aku tetap ingin tanya .... Selama bertahun-tahun ini, apa kamu benar-benar sudah melupakanku dan jatuh cinta pada Selene?"
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai tangannya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
7891011
...
24
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status