Tukang Pijat Super
Beberapa orang yang sedang menikmati makanannya langsung menoleh, menatap kejadian itu dengan penuh keheranan.
Tania berdiri, air matanya mengalir deras. Matanya merah, penuh dengan kekecewaan dan kemarahan yang bercampur aduk. “Kamu egois, Jun! Kamu nggak pernah mikirin perasaan aku!” suaranya bergetar, berusaha menahan tangis yang semakin deras.
Juned hanya bisa terpaku di tempatnya, pipinya terasa panas akibat tamparan Tania barusan. Dia ingin bicara, ingin menjelaskan, tapi mulutnya terasa kelu.