PENDEKAR TAPAK DEWA
Emde Mallaowpendekar jawapendekar butapendekar remajapendekar sadis
Keduanya baru saja menyelesaikan suatu tarung latih yang dahsyat, panjang, dan melelahkan.
"Mudu..," ucap Dato Hongli. Ia duduk bersila di atas lantai di depan tempat yang biasanya dia berkhalwat.
"Iya, Ato," sahut La Mudu.
"Sekarang kautelah menjadi seorang pendekar sejati. Ilmu-ilmu yang aku turunkan telah mampu engkau serap dengan sangat baik. Tinggal satu ilmu pamungkas yang akan aku turunkan kepadamu, yaitu ilmu Jurus Tapak Seribu Dewa. Ingatlah, Cu, jurus Tapak Seribu Dewa adalah sebuah jurus pamungkas yang tak boleh sembarangan kaugunakan. Jurus ini hanya pantas digunakan disaat kaubenar-benar telah terjepit dalam sebuah pertempuran besar.”