Ayahku Tidak Tamat SD
ujar Tari di sela-sela kami menikmati bakso bakar sambil berselonjoran di rumput japang lapangan.
"Kamu benar, Say. Sayangnya, saat perasaan itu muncul seolah saya lupa jika apa yang saya sayang itu tidak akan pernah hilang. Percuma ya, kita berharap pada manusia." ucapku menghempaskan nafas.
"Benar banget. Karena berharap pada manusia, hanya akan membuatmu kecewa." tukasnya memelukku erat.
"Jadi, ngapain lagi nih kedepannya? Cari cogan baru, atau...."