Tawanan Cinta Sang Penguasa
Saat musik melambat, Marco membisik di telinga Hiriety, “Kau seperti bagian dari kota ini. Indah, liar, dan tak bisa ditebak.”
Hiriety menoleh, wajahnya memerah oleh gerakan dan kata-kata Marco. “Kalau begitu, jangan pernah tinggalkan aku sendirian di kota seindah ini.”
Marco menatapnya dalam. “Tak akan. Malam ini dan selamanya, sampai kapanpun kau milikku.”
Dan saat mereka kembali berbaur dalam keramaian, sebuah petasan kecil meletus di udara, menghiasi langit Cartagena yang mulai kelam dengan cahaya merah dan emas.
Bab Populer