Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Balada Cinta Duda Belanda

Balada Cinta Duda Belanda

tanya penyidik. "Itu mudah, Pak. Untuk rebus tulang ikan lebih dari satu jam, otomatis dia akan mengeluarkan racun dari dalam tulangnya. Apalagi kalau jumlah tulang ikannya banyak, itu sangat cepat untuk menyebabkan reaksi alergi," jawab Meita dengan cepat. "Tetapi bagaimana bisa ada di makanan yang disalurkan, tetapi tidak dengan yang masih berada di dapur, ini sungguh aneh," pancing penyidik.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai tato tulang ikan
Baca
+Pustaka
Ethernal Hopes Of The Moon

Ethernal Hopes Of The Moon

"Rasanya beda, teksturnya beda, semuanya beda! Mbak makan Tongkol rasanya kayak makarel, tau enggak?" "Makarel kan enak, Ter." "Ih, Mbak! Ngajak berantem, ya?" Dasar emak-emak ngidam! Batinku "Lagian kenapa enggak ke supermarket aja sih? Tuna kan bukan komoditi nelayan daerah sini. Paling mentok kamu di sini cuma bisa nemu ikan besar sejenis layar atau ikan kuwe," gerutuku sembari menatap ikan berwarna silver mengkilap di sebuah akuarium besar. Ika kuwe atau Giant Travely memang ikan yang hidup di hampir seluruh perairan Indo-Pasifik, tidak heran bisa menemukannya di sini. Tuna? Di Malang? Dia harus ke supermarket.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai tato tulang ikan
Baca
+Pustaka
Jangan Seperti Pelangi

Jangan Seperti Pelangi

“Eh, wa.. ‘alaikum salam ma...kapan datang?” Jawab Violet gugup dan malu, Mario tertawa puas dibelakang mama. Obrolan ringan pun terjalin, Violet senang karena mama membawakan makanan kesukaan Violet yaitu Ikan Salai Arsik. Biasanya mama menggunakan ikan mas, lalu di asapi sampai kering setelah itu di gulai dengan asam siala. Makanan khas batak, Violet pun baru tahu kalau Mario adalah orang batak.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai tato tulang ikan
Baca
+Pustaka
I'm Crazy Mermaid

I'm Crazy Mermaid

ancam Molis yang tidak bersungguh-sungguh. Dari ikan-ikan itu saling memandang satu sama lain. Mereka tidak tahu yang dimaksud tumbuhan yang disinari tujuh warna. “Bagaimana? Kalian bisa tidak? Kalau tidak, aku akan membawa kalian ke jeratan maut yang dibawakan manusia tadi.” “Eum ... kami tidak-“ “Aku tahu!” sahut ikan yang bermarga rastrelliger (di Indonesia, menyebutnya dengan ikan kembung)
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai tato tulang ikan
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
Imagi_Nation
sampai bab 5 ini, ni novel bagus. masih bisa di bacain ke anak kecil.. bahasa bullyan nya juga absurd, jadi masih aman di baca ke anak². karakter utamanya punya pemikiran yang positif, wlpun selalu di bully dia tetap percaya diri.. semangat yah thor. lanjutin. anakku suka di bacain tadi malam.
Mama fia
Ceritanya bagus, lain daripada yang lain. Bisa aku bacakan pada putriku buat pengantar tidurnya. Apalagi dia suka sekali sama cerita yang berbau mermaid gitu. Semangat ya Thor, semoga sukses selalu. ......
Baca Semua Ulasan
Baby Triplets Milik Om Tampan

Baby Triplets Milik Om Tampan

Di sana Sebastian leluasa melihat ekspresi bahagia tiga anak kecil yang kini kesenangan melihat ikan-ikan besar di dalam akuarium. Tidak jarang ia mengambil gambar mereka bertiga. Termasuk Tiana, dia sangat senang, bisa melihat kolam dinding raksasa berwarna biru tua yang diisi banyak ikan, juga ikan paus yang sejak kecil ingin dilihatnya. "Mami... Itu ikan pausnya!" teriak Tiana heboh. "Iya Sayang, itu ikan pausnya, di sana ada ikan pari, itu ikan apa hayo..." Shela duduk menekuk kedua lututnya di samping Tiana dan merangkul dua anak laki-lakinya.
10177.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai tato tulang ikan
Baca
+Pustaka
Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu

Kau Curi Istriku Kunikahi Mantanmu

Kok, lucu? Mukti : Jadinya bukan putih, tapi belang hitam. Santos : Lebih bagus, belang kuning hitam. Urfan : Jadi mirip ikan gendang gendis. Baskara : Kayak gimana bentuk ikannya, @Urfan? Urfan : Kayak ikan mas koki. Rada gembung, gitu. Belang-belang kuning hitam. Benigno : Aku tahu. Itu ikan di sungai Kalimantan.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai tato tulang ikan
Baca
+Pustaka
Transmigrasi Gadis Terkaya dalam Sejarah

Transmigrasi Gadis Terkaya dalam Sejarah

"Benarkah? Tapi kenapa aku merasa itu sama." 'tidak! Mereka berbeda!' ucap Guntur dalam hati. Tapi ia tetap tersenyum dengan lembut pada Yuna dan memberi pengertian pada Yuna sekali lagi. "Itu adalah ikan khusus yang di ambil dari samudera Hindia, ikan itu sangat langka dan dapat meningkatkan imunitas yang dimiliki manusia. Jika kamu memakan ikan itu maka kamu akan memiliki tenaga yang lebih kuat dari biasanya."
74.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai tato tulang ikan
Baca
+Pustaka
Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

Dengan sekali sentakan ahli, seekor ikan nila berukuran besar menggelepar di ujung kail. Tak lama kemudian, ia mendapatkan satu lagi yang ukurannya hampir sama. "Tar! Lauknya dateng nih!" seru Pram bangga. Tari segera mengambil ikan-ikan itu, membersihkan sisiknya, dan memotongnya menjadi beberapa bagian. Dengan bumbu yang baru dibeli di pasar kecamatan, ia memasak ikan itu menjadi asem-asem ikan nila yang segar.
1058.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai tato tulang ikan
Baca
+Pustaka
Kegilaan di Kolam Ikan

Kegilaan di Kolam Ikan

Jacob berjongkok, menarik rambutku ke belakang, dan membuat rasa sakit menusuk di kulit kepalaku. "Tempat ini ... sebenarnya apa yang terjadi di sini?" Jacob melepaskan genggamannya dan tertawa terbahak-bahak. "Kamu sudah bisa menebaknya, kenapa masih tanya? Kolam ini, tentu saja untuk memelihara 'ikan'." "Lihat, begitu banyak putri duyung ini, semuanya aku pilih dengan hati-hati, menghabiskan waktu, uang, dan tenaga. Saat mereka 'matang', tentu saja mereka harus membalas jasaku."
199.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai tato tulang ikan
Baca
+Pustaka
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Tolong kami...” Arga mendekat dengan ragu. “Siapa kalian?” Salah satu anak, seorang bayi yang tampaknya berusia tidak lebih dari satu tahun, menunjuk ke dadanya sendiri. Suaranya lirih, hampir tak terdengar. “Kami adalah tumbal.” Arga terdiam. Tubuhnya gemetar mendengar kata itu. “Mengapa kalian memanggilku?” tanyanya, suaranya bergetar.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai tato tulang ikan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status