Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Antara Cinta dan Luka

Antara Cinta dan Luka

Yang penting hanya satu kalimat yang Rain bisikkan ke telinga Rian saat mereka berjalan meninggalkan Monas, tangan kecilnya menggenggam tangan ayahnya: “Papa… aku mau jadi seperti kalian. Nyanyi di rumput basah, tanpa apa-apa, tapi bikin seluruh dunia nangis bahagia.” Rian cium kening anaknya, air mata jatuh ke rambut ikal Rain. “Kamu sudah jadi, Nak. Kamu lahir di tengah badai. Kamu adalah hujan itu sendiri.” Dan di bawah langit Jakarta yang mulai gelap,
991 viewsOngoingAdded to Library 37 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Simpanan Ayah Angkat

Simpanan Ayah Angkat

Akhirnya, ia bisa bernapas lega tanpa bayang-bayang yang terus memaksanya merasakan sesuatu yang tidak pernah ada. Sementara itu, Rain kini masih berjalan di tengah hujan turun deras yang membasahi tubuhnya. Percikan rintik derasnya hujan yang beradu dengan aspal, menciptakan irama sendu di antara gemuruh angin. Di bawah lampu jalan yang redup, Rain berdiri diam, tubuhnya kuyup, tapi seperti tak beranjak sama sekali. Air yang mengalir di pipinya bercampur dengan air mata yang sejak tadi tak bisa dia tahan.
1065.0K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as tears in rain monologue
Read
+Library
The Tears I Shed

The Tears I Shed

Tawa terlihat muncul yang seketika kembali tersaput kesedihan. "Saya bukannya ingin memancing pujian. Tapi saya merasa wajah ini biasa-biasa saja. Saya—saya tidak mengenali wajah saya sendiri. Bagaimana ini? Bagaimana?" Mata segelap onyx itu mulai bermozaik dan bersiap-siap akan mengeluarkan air mata. "Jangan! Anda sudah tahu bahwa saya tidak suka melihat air mata wanita. Atau saya akan pergi!"
1033.7K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Rain do for you

Rain do for you

Meskipun begitu, mereka selalu menjadi incaran para pria. "Hujan!" gumamnya sambil memandang rintik air yang berjatuhan. Ia tersenyum sinis seraya mendengus pelan. Dia merapatkan jubah tidurnya, merasakan dinginnya hujan yang menerjang badan. Terra benci hujan, ia tidak suka. Hujan membuatnya selalu teringat pada sesuatu yang sangat menyakitkan baginya. Dor!
102.2K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Diary Rain

Diary Rain

Apa yang sebenarnya terjadi pada Rain? "Rain, sudah-sudah. Tenanglah. Dinginkan dulu kepalamu. Kamu pasti akan menemukan solusi, apa pun masalahmu." Aku berusaha menenangkannya, meski aku tahu itu bahkan mungkin tidak berguna. Rain menggeleng cepat. "Zev, kumohon. Biarkan aku pergi, ya? Aku benar-benar tidak mampu menghadapi diriku dan dirimu sekarang."
107.1K viewsOngoingAdded to Library 228 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Rain Sound

Rain Sound

Rain sound Oza melongo saat di depannya ada perempuan lagi meluk-meluk Bahrain dengan manjanya, dan pemuda itu tanpa tau malu membalasnya tak berpikir ada dirinya dibelakangnya. Seketika ia menyesal telah mengikuti apa mau Bahrain, kenapa tadi gak dia tolak ajh ya? Sekarang dia harus apa? Gak mungkin juga dirinya pulang tanpa menemui orang yang mengajaknya kemari kan?
104.6K viewsCompletedAdded to Library 110 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
TEARS of WITNESS

TEARS of WITNESS

Lalu, ia pun kembali melanjutkan perjalanan. Sementara Katnis, harus rela tubuhnya basah kuyup akibat tergelincir ke dalam sungai. Sepanjang perjalanan, Katnis menangis tanpa suara. Dia sangat ketakutan kalau dirinya sebentar lagi akan sampai kepada penadah gadis-gadis yang akan dijual ke luar negeri. "Tolong lepaskan aku ... " mohonya. Tapi tetap saja tidak berpengaruh apa-apa pada Eden. Dia masih berkonsentrasi menyetir.
105.4K viewsOn holdAdded to Library 183 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Rain

Rain

Ucap Tania dengan senyum dan itu membuat Rain malu karena dia makan berantakan Dan setelah selesai makan dan hari sudah larut malam, Tania mengambil piring tersebut untuk menaruhnya di dapur dan berpamitan untuk tidur malam, dan Rain pun mengizinkan dan Tania pun keluar dari kamar Rain, sementara Rain kembali menatap purnama yang akan menghilang dan akan di gantikan oleh rintik hujan yang deras, dan benar saja tidak lama kemudian hujan deras pun turun dan membasahi semua yang ada di bawahnya dn membuat kaca besar itu ber embun dan hujan tersebut menyebaban udara yang sejuk tadi menjadi dingin sekali dan seketika dia berlari ke lemari baju dan mengambil jaket yang tebal lalu memakainya dan se
9.130.1K viewsOngoingAdded to Library 632 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
ART Kesayangan Tuan Rain

ART Kesayangan Tuan Rain

Summer menyela, nada suaranya bercampur antara kekecewaan dan rasa tak percaya. Rain mengangguk pelan, merasa dirinya semakin tenggelam dalam kesalahannya sendiri. "Aku nggak tau harus bagaimana jelasin semua ini. Aku hanya mau bantu kamu, tanpa buat kamu merasa terbebani atau hutang budi."
102.1K viewsCompletedAdded to Library 76 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Raina

Raina

“Bagian mana yang kamu anggap bercanda?” “Ha?” Aku melongo dengan tubuh yang sudah menegang. Mengerjap beberapa kali sebelum memalingkan wajah ke samping untuk menghindari tatapannya. Berdeham pelan sebelum menjawab, “Kamu pikir aku masih cinta sama kamu setelah apa yang kamu lakukan. Luka yang kamu buat itu dalam, Ka.” Itu hanya sebuah alibi. “Maaf. Maaf, Rain.” “Maaf saja tidak cukup untuk menebus hidupku yang sudah hancur. My hearts breaking and I don't know what to do. I am so desperate.”
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 199 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status