Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Moonbound Deception

Moonbound Deception

"Please, there must still be something! You're the strongest among us. If anyone can do it, it's definitely you!" Elena shook her head desperately, tears mixing with rainwater on her cheeks. Her face, usually full of confidence, was now shattered to pieces. "There's nothing! The rain has already washed away all traces of her scent. I can't track her anymore!" Her voice trembled, each word sounding like a heart-wrenching confession of failure. "I... I've disappointed you all." "Elena, don't say that," Marcus whispered, his voice barely audible among the rumble of rain. "You haven't disappointed anyone."
1.0K viewsCompletedAdded to Library 39 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Wanita ketiga Duda Kaya

Wanita ketiga Duda Kaya

Ia kemudian berkata, "Rain, apa kamu pernah mengerti perasaanku?" Air matanya meluber seiring ucapan yang keluar dari mulutnya. "Aku tidak bisa memahami perasaanmu lagi, Mon. Aku sudah menganggap semuanya berakhir saat kamu tidak mau berjuang bersama untuk mempertahankan hubungan kita waktu itu." Sebisa mungkin Rain memberikan penjelasan yang masuk akal. "Dulu aku terlalu putus asa dengan keadaanku. Aku sampai tidak tau apa yang harus aku lakukan jadi hanya asal memberi keputusan saja," terang Monika masih ingin bertahan.
104.2K viewsCompletedAdded to Library 146 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Istri Kecilku Bos Mafia

Istri Kecilku Bos Mafia

Sementara Rain, masih merebahkan tubuhnya di sofa dengan malas. Banyak menangis membuatnya kehilangan cukup energi dan membuatnya lemas. Menangis hebat seperti itu tidak pernah ia lakukan setelah dirinya menjadi seorang Rain. Yang ada hanya keringat dan darah yang mewarnai perjalanannya mencari jati diri. “Rain, bangunlah. Minum dulu atau kau akan muntah lagi." ucap Reed lagi. “Aku lelah, Kak. Aku mau tidur saja." racaunya dengan mata tertutup dan malah mengubah posisinya menjadi miring.
1018.7K viewsCompletedAdded to Library 523 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

Rain memutuskan untuk beristirahat, mengambil posisi duduk dengan sembarang dan meluruskan kakinya. Tangannya menggenggam batu kerikil yang ada di samping kaki kanannya. “Ya Tuhan! Gue tadi jatuh kan ya? Yang jatuh gue kan ya? Iya kan yang jatuh badan gue kan? Nggak mungkin kalau hati gue yang jatuh. Tapi kenapa badan gue nggak sakit, malah hati gue yang sakit ini deg-degannya kayak mukul beduk.” ucap Rain kepada diri sendiri dengan wajahnya yang merona.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Dihamili Suami Saudara Kembarku

Dihamili Suami Saudara Kembarku

Aleza meletakkan ponsel di dada, menutup matanya, air matanya menetes di pipi, tapi suaranya kini lebih tenang, lebih pelan, seperti bisikan terakhir dari seseorang yang nyaris menyerah. “Aku mencintaimu, tolong jangan lepaskan aku, Javier. Aku mohon.” Ia tersenyum samar di antara tangisnya, lalu menatap langit-langit kamar yang gelap. Di luar jendela, hujan mulai turun perlahan, mengetuk kaca yang masih utuh di sisi kiri ruangan. Hujan pertama setelah pesta.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Skandal Suamiku

Skandal Suamiku

Air mata Aretha kembali mengucur dengan derasnya membasahi kedua pipinya, karena diguyur oleh derasnya air hujan sehingga tidak terlihat dengan jelas oleh orang lain. "Aretha, kamu boleh sedih tapi bukan begini caranya! Pikirkan juga kesehatan dirimu sendiri!" Bentak Tasya merasa iba melihat keadaan Aretha. "Sejak awal aku dan Mas Alvarendra tidak ditakdirkan untuk bersama. Aku Sendiri yang tidak bisa menahan perasaanku sehingga terjebak dalam kelembutan serta kasih sayangnya." Monolog Aretha menggerakkan badannya menari-nari di bawah derasnya air hujan.
5.8K viewsCompletedAdded to Library 167 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
In The Rain

In The Rain

"Gak punya telinga lo gue ketok dari tadi gak di buka-buka!" "Bacot!" ketus Starla membuat Ryan spontan melotot. "Mulut lo kaya gak pernah di sekolahin!" Ryan melotot kaget. "Kalau gak ada urusan mending pergi, aku lagi mau sendiri." Starla menutup pintu kamarnya yang segera di cegah Ryan. Ryan mengamati sisa air mata di wajah Starla. "Kenapa lo?" "Nangis kenapa lo?" ulang Ryan.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 30 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Antara Cinta dan Luka

Antara Cinta dan Luka

Yang penting hanya satu kalimat yang Rain bisikkan ke telinga Rian saat mereka berjalan meninggalkan Monas, tangan kecilnya menggenggam tangan ayahnya: “Papa… aku mau jadi seperti kalian. Nyanyi di rumput basah, tanpa apa-apa, tapi bikin seluruh dunia nangis bahagia.” Rian cium kening anaknya, air mata jatuh ke rambut ikal Rain. “Kamu sudah jadi, Nak. Kamu lahir di tengah badai. Kamu adalah hujan itu sendiri.” Dan di bawah langit Jakarta yang mulai gelap,
806 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Simpanan Ayah Angkat

Simpanan Ayah Angkat

Akhirnya, ia bisa bernapas lega tanpa bayang-bayang yang terus memaksanya merasakan sesuatu yang tidak pernah ada. Sementara itu, Rain kini masih berjalan di tengah hujan turun deras yang membasahi tubuhnya. Percikan rintik derasnya hujan yang beradu dengan aspal, menciptakan irama sendu di antara gemuruh angin. Di bawah lampu jalan yang redup, Rain berdiri diam, tubuhnya kuyup, tapi seperti tak beranjak sama sekali. Air yang mengalir di pipinya bercampur dengan air mata yang sejak tadi tak bisa dia tahan.
1063.3K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as tears in rain monologue
Read
+Library
The Tears I Shed

The Tears I Shed

Tawa terlihat muncul yang seketika kembali tersaput kesedihan. "Saya bukannya ingin memancing pujian. Tapi saya merasa wajah ini biasa-biasa saja. Saya—saya tidak mengenali wajah saya sendiri. Bagaimana ini? Bagaimana?" Mata segelap onyx itu mulai bermozaik dan bersiap-siap akan mengeluarkan air mata. "Jangan! Anda sudah tahu bahwa saya tidak suka melihat air mata wanita. Atau saya akan pergi!"
1033.5K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as tears in rain monologue
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status