Dihamili Suami Saudara Kembarku
Aleza meletakkan ponsel di dada, menutup matanya, air matanya menetes di pipi, tapi suaranya kini lebih tenang, lebih pelan, seperti bisikan terakhir dari seseorang yang nyaris menyerah.
“Aku mencintaimu, tolong jangan lepaskan aku, Javier. Aku mohon.”
Ia tersenyum samar di antara tangisnya, lalu menatap langit-langit kamar yang gelap. Di luar jendela, hujan mulai turun perlahan, mengetuk kaca yang masih utuh di sisi kiri ruangan.
Hujan pertama setelah pesta.