Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perfect Love For My Lecturer

Perfect Love For My Lecturer

“Kamu membohongi diri kamu sendiri Eva, saya juga pernah menjadi anak seusia kamu dan ketika saya merasa sedih kemudian turun hujan seperti sekarang. Saya juga tahu kalau hati kamu sedih, kamu mau keluar di hujan sekarang? Itu bisa membantu kamu menangis tanpa takut ada yang bisa mendengar. Hujan… bisa menutupi suara tangisan kita, air mata kita tanpa orang lain tahu.” Mata Eva berlinang menatapnya, Geo paham. Ia hanya perlu memberikan waktu lebih. Tangan Geo membuka pintu mobil dan keluar dari mobil hitam miliknya, membiarkan tubuhnya basah terkena air hujan.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Rain

Rain

Namun, kejadian malam itu merubah hidupnya. Hujan menyadarkan Rain dari lamunan. Dia tidak menyukai hujan, apa pun alasannya Rain membenci tetes air yang turun dari langit. Baginya, hujan hanya membawa kenangan menyakitkan tentang hidupnya yang jauh dari kata bahagia. Namun, hari itu Rain tidak terlalu membenci hujan. Dia berjalan di bawah guyuran hujan sambil menyeret kopernya. Tubuhnya menggigil, tapi dia enggan berteduh karena hujan mampu menghapus semua lukanya.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
The Lunar

The Lunar

“Maaf karena baru saja hadir di kehidupanmu.” Ucapan Selena membuat Rain tidak dapat menahan dirinya. Dibalik ekspresi dingin dan tegarnya, tersimpan jiwa yang rapuh. Rain menitikkan air mata kesedihan. Bibirnya bergetar dan mengalihkan pandangan ke arah lain.
1051.3K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as tears in rain monologue
Read
+Library
The Love MILLION tears

The Love MILLION tears

Hampir dua jam pria itu hanya duduk saja ditemani segelas kopi hangat. Ia melihat hujan turun tidak terlalu deras dari arah jendela. "I Miss You," ucap Ken berdiri menatap langit degan memegang segelas kopi. "Aku selalu melihat langit jika aku merindukan mu, dan aku pun merasa bahwa kau juga melihatku disini," Ken mengetuk jendela kaca dengan kuku-kuku di jarinya.
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 297 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Menari Bersama Hujan

Menari Bersama Hujan

Tetapi akhirnya, ia tidak bisa lagi menahannya. Air mata jatuh, satu per satu, membasahi pipinya. Ia berlutut di lantai kayu, membiarkan tangisnya pecah. ———• Di luar studio, Rain berdiri diam, menatap ke dalam melalui kaca kecil di pintu.
803 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO

Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO

Mereka mulai bicara tentang masa depan—dengan langkah kecil, luka yang belum sembuh, dan harapan yang pelan-pelan tumbuh kembali. Hujan turun sejak sore, membasahi seluruh pelataran rumah dengan ritme yang nyaris meditatif. Suara gemericik air yang memukul genteng seolah membisikkan sesuatu yang tak terucap—kenangan, penyesalan, dan segala yang belum selesai. Di ruang tengah, Noah duduk sendirian di dekat jendela, memandangi tetesan hujan yang menuruni kaca dengan pandangan kosong.
109.4K viewsCompletedAdded to Library 309 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Nature Squad

Nature Squad

Apa mungkin karena penyakitnya kambuh gara-gara mendengar kabar buruk darinya? "Kenapa aku bodoh banget? Kenapa aku sadar sama kejanggalan-kejanggalan yang terjadi," Monolog Rain memukul kepalanya sendiri karena merasa gagal menjadi seorang sahabat yang bisa diandalkan. *** "Mas, tolong es jeruknya satu lagi." Ini sudah kedua kalinya Binar memesan minuman yang sama. "Makanannya tidak sekalian kak?" tanya pelayan itu lagi.
105.2K viewsCompletedAdded to Library 183 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Malam Pertama Di Hari Perpisahan

Malam Pertama Di Hari Perpisahan

Tetes hujan yang beradu dengan kayu memercik ke wajah Raina yang pucat. Raina menatap sekitarnya dengan nanar. Tak ada orang. Jalanan begitu sepi. Tiba-tiba dia merasa sendirian berada disini. Tidak akan ada yang bisa menolongnya dari derasnya hujan dan sakit yang saat ini ia rasakan. "Astaghfirullah, aku tidak boleh sensitif seperti ini.." ucap Raina dalam batinnya. "Aku harus kuat!" Raina memejamkan matanya, tubuhnya melemah.
1070.2K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Adiptara Family's

Adiptara Family's

Ditatapnya mata gelap itu dengan keyakinan, menanamkan kepercayaan bahwa Rain asli akan mendengarnya, lantas berteriak sekali lagi, "Rain, sadarlah dan tolong aku!" Cukup lama jeda terjadi dan kebisuan merebak diantara kedua anak manusia berbeda gender tersebut. Anya yang sudah berharap sosok Rain asli akan segera kembali, seketika menjadi lesu saat Blood Rain lagi-lagi tertawa mengejek tepat di depan wajahnya. Kali ini jauh lebih keras.
9.922.2K viewsCompletedAdded to Library 820 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
Rainy Season

Rainy Season

Aku mematikan televisi dan sekarang perutku sudah kenyang. Dari tempatku duduk aku bisa melihat arah luar jendela, kilatan petir terlihat jelas, dan hujan masih belum berhenti sejak semalan. Aku menelan ludahku, bagaimana bisa aku bertemu dengan mahluk fantasi di sini.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as tears in rain monologue
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status