Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Magang Non-eksklusif

Suami Magang Non-eksklusif

Agam mengangkat tangan, memilih menyerah. "Karena buah pake huruf b. Kalo pake huruf k jadinya kuah, rasanya sayur." Agam terkekeh. Nay selalu punya tebak-tebakan aneh versinya. Entah dia tahu dari mana. "Itu lucu sekali, Nay." "Tidak ada lucunya sama sekali." "Eh?" "Tebak-tebakanmu tidak lucu, Nay." Aina mengulang ucapan sebelumnya.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai tebak tebakan lucu buah
Baca
+Pustaka
Gadis Penjual Bunga dan Pembunuh Bayaran

Gadis Penjual Bunga dan Pembunuh Bayaran

"Ini semua adalah bumbu yang aku temukan dan akan membuat masakan kita menjadi enak." "Bukankah itu buah asam? Mengapa Bibi Jianli membawa buah asam?" tanya Xue Bao. Dia ingat ketika dia dan teman-temannya pergi bermain ke tepi sungai. Dia melihat banyak buah kuning cantik yang bergelantungan di sebuah pohon. Temannya mengatakan kalau itu bernama buah asam dan rasanya sangat tidak enak karena terlalu masam. Xue Bao penasaran dan mencobanya. Pada akhirnya dia hanya bisa mengerutkan seluruh wajahnya dijilatan pertamanya! "Tentu saja untuk membuat hidangan enak!" jawab Li Jianli.
1052.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai tebak tebakan lucu buah
Baca
+Pustaka
Purba Mahkota

Purba Mahkota

Yakni buah pisang. “Makanlah. Kamu juga pasti lapar, kan?” Alih-alih melakukan apa yang Purbasari sarankan, Lutung yang awalnya mengambil buah pisang dari sodoran tangan, … malah langsung melemparkannya ke belakang punggung. “Uk! Uk! Aaak!” Dia menggerutukan sesuatu dalam bahasa monyet yang seperti menyiratkan dengan jelas, kalau ia malah tak menyukai buah pisang itu seperti kerabat-kerabatnya yang lain.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai tebak tebakan lucu buah
Baca
+Pustaka
The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

Selebihnya, mereka menurut saja untuk mengikuti berlangsungnya permainan itu nanti. "Permainan Kedua, Jelajah Hutan Buah. Temukan Berri Ranum. Pemenangnya adalah yang paling banyak membawakan Berri Ranum kepadaku!" kata Paduka Raghapati. "Berri Ranum?" heran Shiji Wungsu, mendengar jenis buah yang dimaksud, mengernyitkan dahi. Apa istimewanya buah itu. "Permainan apa ini?" terdengar enggan, Shiji Wungsu tak dapat mengelak dari tantangan Permainan Teka-teki. Semua pasang mata tertuju padanya.
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 373 kali sebagai tebak tebakan lucu buah
Baca
+Pustaka
Di Talak Suami Melarat Di Pinang Konglomerat

Di Talak Suami Melarat Di Pinang Konglomerat

Gumam Lee saat menatap Kiki. "Kamu kenapa melamun, cepat habiskan dan setelah ini kamu bisa makan buah jeruk dan bahkan banyak buah lainnya jika kamu mau? Ada apel, kelengkeng, pir, dan juga ada jeruk, bahkan mangga, kamu mau yang mana?" tanya kiki pada Lee yang sedang menatapnya. "Aku mau kamu?" lirih Lee pada Kiki dengan menatapnya lekat. Mata Kiki melotot, ia terkejut dengan ucapan Lee namun tak mengambil pusing, Kiki tahu bahwa ucapannya itu hanyalah bercanda lalu Kiki pun menganggapinya dengan tersenyum.
1069.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai tebak tebakan lucu buah
Baca
+Pustaka
Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

Di belakangnya, Malphas mengekor dengan wajah angkuh, membawa secangkir teh herbal yang aromanya sangat menyengat. “Vrax, sudah kau cicipi buah ini?” tanya Lucian tanpa menoleh pada Elara. Vrax berdiri, mengambil sepotong apel dan mengunyahnya perlahan. Ia menunggu beberapa detik, memastikan tidak ada reaksi racun atau sihir jahat yang tersembunyi. “Aman. Tapi dagingnya terlalu keras, giginya bisa sakit.”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai tebak tebakan lucu buah
Baca
+Pustaka
Teror Kumara Merah

Teror Kumara Merah

Anna menunjuk buah yang memiliki sisik seperti duri-duri dan ekor yang tajam. "Ini buah nanas si Madu khas Jalan Cagak Subang. Rasanya sangat manis, asam dan segar. Kalau ini, pisang emas dan raja, ini buah rambutan dan manggis." "Kalau itu?" "Itu singkong dan ubi jalar, ubi rambat, dan talas. Biasanya dikukus dan dibakar. Namun, juga bisa digunakan bahan membuat cake dan camilan ringan. Mengandung pati cukup tinggi." Seseorang yang menggunakan bahasa Belanda menjelaskan dengan elegan. Anna menoleh. Matanya terbelalak menangkap sesosok pemuda pribumi berpakaian terpelajar, berwajah manis, bertubuh tegap. Sangat jarang Anna melihat pemuda asal pribumi yang memiliki postur bagus dan wajah bers
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai tebak tebakan lucu buah
Baca
+Pustaka
Pembantu Kesayangan Tuan Muda

Pembantu Kesayangan Tuan Muda

“Bim, coba elu telepon dan bujuk Laura agar mau dibelikan buah yang lain.” Bimo tertawa. “Namanya juga orang lagi hamil, Ay. Maunya yang aneh-aneh melulu pokoknya dia mah. Sebenarnya ya nggak aneh sih yang dimau Laura, tapi buah-buahan tropis itu kan emang sulit ditemukan di sini. Kalau anggur, apel, jeruk, atau stroberi mah gampang banget, tapi dianya nggak mau. Pernah dia minta jeruk, gampang aja gue langsung beli .. eh, nggak tahunya yang dia minta jeruk medan! Haduuh nyerah gue. Ampun deh tuh anak!”
10100.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai tebak tebakan lucu buah
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Tuan Nathan

Istri Kontrak Tuan Nathan

Dia mengucapkan sesuatu di dalam hatinya, 'Maafkan aku telah membuatmu repot dan tidak tertidur sepanjang malam. "Saya merasaー" Alicia tidak jadi berbicara karena Lucky menyelanya. "Nona, apa Anda ingin memakan buah asam yang menyegarkan?" Lucky melangkah mendekati ranjang. "Konon Ibu hamil menyukai buah-buahan asam yang menyegarkan. Seperti mangga, stroberi, kiwi atau apapun anggur. Bagaimana?" "Ide macam apa itu, Lucky?!"
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai tebak tebakan lucu buah
Baca
+Pustaka
Terjebak Trauma Sang Duda

Terjebak Trauma Sang Duda

"Bukankah kau tidak menyukai durian?" Bahuku mengedik. "Entahlah, tiba-tiba ...." Mengingat sesuatu, aku berdehem. "Ah, maksudku, rasa selai nanas, Mas." Demi Tuhan, aku tidak ingin Baeck curiga atas kehadiran janin ini. "Lucu." Pria itu terkekeh samar, tapi aku tak mengerti dengan apa yang ia ucapkan. "Lucu kenapa?"
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai tebak tebakan lucu buah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status